Polisi Tangkap Pria yang Penggal Kepala Anaknya

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 05 Maret 2021 09:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 18 2372714 polisi-tangkap-pria-yang-penggal-kepala-anaknya-HgWuGBQDN2.jpg Ilustrasi pembunuhan (Foto: Shutterstock)

INDIA - Polisi di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, menangkap seorang pria yang dicurigai memenggal kepala putrinya.

Sarvesh Kumar ditangkap saat dia berjalan menuju kantor polisi membawa kepala anaknya, seorang gadis berusia 17 tahun yang dipenggal.

Dalam sebuah video yang direkam oleh polisi, dia mengatakan dirinya marah atas dugaan perselingkuhan putrinya dengan pria yang tidak disukainya.

Melalui video tersebut, pria tersebut mengatakan baru-baru ini mengetahui tentang hubungan putrinya dan itu membuatnya sangat marah.

(Baca juga: China Setujui Obat Tradisional untuk Pengobatan Covid-19)

Sang ayah pun langsung mengunci putrinya di kamar dan memenggal kepalanya dengan benda tajam.

Pria itu mengatakan kepada polisi dia telah meninggalkan tubuh anaknya dan senjata yang digunakan "di dalam ruangan" dan sedang dalam perjalanan ke kantor polisi.

Khawatir melihat seorang pria berjalan dengan kepala terpenggal, penduduk setempat pun memberi tahu polisi.

Polisi mengatakan penyelidikan sedang dilakukan.

Sementara itu, seorang polisi diskors setelah sebuah foto menunjukkan dia membawa kepala yang terpenggal dengan cara yang tidak benar.

Diketahui, ratusan orang terbunuh setiap tahun karena jatuh cinta atau menikah di luar keinginan keluarga mereka di India.

(Baca juga: Paus Fransiskus Kunjungan ke Irak, Dianggap Perjalanan Paling Berbahaya)

Menurut Biro Catatan Kejahatan Nasional, tahun lalu, negara bagian distrik Hardoi di Uttar Pradesh itu menduduki puncak daftar negara bagian India dengan jumlah kejahatan terhadap perempuan tertinggi.

Pembunuhan oleh anggota keluarga karena menjalin hubungan dikenal sebagai "pembunuhan demi kehormatan". Meskipun tidak ada angka otentik, para juru kampanye mengatakan ratusan korban yang disebut "kejahatan demi kehormatan" terjadi setiap tahun di India.

Gagasan kuno tentang tradisi dan kehormatan keluarga masih tertanam kuat di banyak bagian masyarakat India.

Banyak korban membuat marah keluarganya dengan menikah di luar kasta dan agama mereka. Seringkali kejahatan terhadap mereka ini didukung, atau bahkan didorong, oleh dewan kasta berbasis desa.

Pada 2011, Mahkamah Agung mengatakan orang yang dihukum karena melakukan pembunuhan demi kehormatan harus menghadapi hukuman mati.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini