Dukung Vaksinasi, Pakar Untar ungkap Keamanan dan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Karina Asta Widara , Okezone · Sabtu 06 Maret 2021 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 1 2373395 dukung-vaksinasi-pakar-untar-ungkap-keamanan-dan-uji-klinis-vaksin-covid-19-NwOXJYaCf3.jpeg Foto : Dok Universitas Tarumanegara

Covid-19 adalah penyakit infeksi yang sangat menular dan sangat membahayakan jiwa manusia serta banyak menimbulkan kematian. Covid-19 telah menimbulkan wabah pandemi ke seluruh pelosok dunia. Sampai saat ini belum ada obat spesifik untuk menyembuhkannya.

Menurut pakar vaksin dan dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar), Tommy Setiawan, M.D., M.S. (And), M.Sc. (Biomed), angka dunia yang positif terjangkit Covid-19 telah melampaui lebih dari 100 juta orang dengan kematian yang telah lebih dari 2.5 juta jiwa. Angka kematian lansia di Indonesia mencapai sekitar 47.3% dan di Amerika sekitar 53%. Untuk menanggulangi pandemi ini sangat diperlukan pencegahan dengan vaksinasi Covid-19 disamping menerapkan protokol kesehatan 5 M.

Tujuan vaksinasi Covid-19 adalah untuk meningkatkan herd immunity dengan cara memutus rantai penularan virus, membuat lingkungan populasi sekitar menjadi kebal terhadap Covid-19, menurunkan morbiditas, mortalitas, eradikasi pandemi dan mempercepat pemulihan perekonomian.

Manfaat vaksinasi sangat menolong untuk mencegah sakit Covid-19, meringankan gejala penyakitnya bila terkena infeksi. Juga meringankan biaya pengobatan yang sangat mahal, mengurangi beban dokter, paramedis dan beban daya tampung rumah sakit.

Menurut Strait Time, Blumberg data 5 Februari, bila dengan laju pemberian vaksin seperti saat ini, untuk dapat mencapai 75% populasi dunia mendapat inokulasi 2 doses vaksin, diperlukan sekitar 7 tahun untuk mencapai herd immunity terhadap Covid-19. Oleh karenanya kita harus menggalakkan vaksinasi untuk mempercepat erdikasi pandemi Covid-19.

Prioritas vaksinasi Covid-19, pertama-tama diberikan pada petugas kesehatan di garda depan termasuk dokter dan paramedis, lalu lansia diatas 60 tahun dan comorbid non-high risk. Kemudian dilanjutkan pekerja publik garda depan, pegawai pemerintahan, anak-anak dan rakyat umum.

Vaksinasi Covid-19 diberikan pada yang sehat jasmani, dewasa muda, lansia sehat tanpa comorbid, yang belum pernah disuntik dengan vaksin Covid-19 dan yang minimum harus 3 bulan setelah sembuh dari Covid-19.

Vaksinasi Covid-19 tidak untuk yang ada alergi, panas, infeksi akut, wanita hamil atau rencana ingin hamil. Juga tidak untuk yang ada penyakit jantung atau gagal jantung, penyakit paru, TBC, asthma, penyakit ginjal, penyakit autoimmune termasuk rheumatic, dan lupus, serta ada cancer.

 

Uji Klinis Vaksin

Memilih vaksin terbaik dan aman untuk vaksinasi Covid-19, perlu dipertimbangkan beberapa faktor termasuk jenis vaksin, cara produksinya, cara kerjanya, efikasinya, efek samping, keuntungan dan kerugiannya.

Untuk membuat dan mengembangkan vaksin Covid-19 diperlukan bahan antigen virus, adjuvant, preservative, stabilizer, surfactants dan diluent. Kemudian vaksin tersebut harus melalui 3 fase uji klinik.

Uji klinik fase 1 menentukan vaksin aman dan efektif bagi manusia. Diperlukan 20-100 relawan. Uji klinik fase 2 untuk menentukan dosis yang tepat dan efektif, diperlukan sekitar 100-300 relawan. Sedangkan fase 3 menentukan efektivitas dan aman terhadap berbagai tipe manusia, diperlukan sekitar 300-3000 relawan.

Setelah lolos fase 3 uji klinik, vaksin dapat disetujui oleh FDA atau BPOM untuk dipakai sebagai EUA (Emergency Use Authorization). Bila dikemudian hari terdapat efek samping yang membahayakan manusia, vaksin tersebut ditarik kembali dari peredarannya. Vaksin Covid-19 beraneka ragam antara lain, vaksin virus utuh, vaksin asam nukleat mRNA dan DNA, vaksin protein subunit dan vaskin cendritic cell.

Sinovac, Coronavac dan Covaxin adalah vaksin virus utuh inactivated. Pfizer dan Moderna adalah vaksin asam nukleat mRNA. Vaksin Johnson & Johnson,Astrazeneca, Sputnik V adalah vaksin asam nukleat DNA. Vaksin Novavax adalah vaksin protein subunit atau dikenal sebagai vaksin acellular. Sedangkan vaksin Nusantara adalah vaksin dendritic cells.

Vaksin virus utuh ada 2 jenis yaitu attenuated dan inactivated. Attenuated adalah virus utuh dilemahkan dengan panas, bahan kimia atau radiasi. Masih bisa replikasi, tidak menyebabkan penyakit tapi masih bisa memicu reaksi immune. Sedangkan inactivated adalah virus utuh di non-aktifkan. Inti virus RNA/DNA dirusak, kulit virus masih utuh, ia tidak bisa menginfeksi sel, tapi masih bisa memicu reaksi immune.

Sinovac, Coronavac dan covaxin termasuk vaksin virus utuh inactivated. Sinovac dan Coronavac adalah vaksin dari China. Sedangkan Covaxin dari India diproduksi oleh Bharat Biotech. Komposisi ketiga vaksin ini terdiri dari virus utuh inactivated, aluminum hydroxide, disodium hydrogen phosphate, sodium dihydrogen phosphate dan sodium chloride.

Sinovac diperlukan 2 x suntik. Suntikan ke 2 adalah 14 hari setelah suntikan pertama. Coronavac suntikan ke 2 adalah 28 hari setelah suntikan pertama.Keuntungan kedua vaksin ini adalah efekasinya 65.3%, produksi, penyimpanan dan transportasi mudah. Reaksi immune cepat 7-14 hari. Sinovac untuk usia 18-59 tahun. Coronavac untuk usia diatas 60 tahun. Boleh diberikan untuk comorbid yang terkontrol. Kerugiannya adalah tidak boleh diberikan untuk orang yang ada comorbid misalnya ada penyakit hipertensi >180/110. Penyakit jantung coroner atau gagal jantung. Penyakit paru, TBC, asthma. Penyakit autoimmune termasuk rheumatic dan lupus. Cancer, penyakit thyroid dan Wanita hamil atau ingin hamil.

Coronavac adalah vaksin dari China. Hasil uji klinik coronavac menunjukkan 100% efektif mencegah perawatan rumah sakit atau kematian oleh Covid-19. 83.7 % efektif menghindari kasus yang perlu perawatan medik. 50.65% efektif mencegah infeksi Covid-19. Uji klinik phase 1-2 Coronavac untuk lansia > 60 tahun pada 400 orang, menunjukkan immunogenitas 97.96% setelah 28 hari disuntik.

Cara kerja vaksin virus utuh yaitu mengajari sel immune untuk membuat antibodi terhadap virus Covid-19. Melalui beberapa tahap yakni binding antigen virus dimana antigen virus diikat oleh B-Cell receptor. Pelepasan chemical signal oleh helper T-cell. Pembentukan plasma cell. Pelepasan antibodies oleh plasma cell.

Vaksin asam nukleat adalah vaksin yang memakai mRNA memicu reaksi immune untuk membentuk antibody terhadap virus Covid-19. Yang termasuk vaksin mRNA adalah Pfizer, Moderna dan Curevac.

Curevac adalah generasi mendatang covid vaccine. Termasuk vaksin mRNA. Universal vaccine, yakni satu vaksin for all variants, masih dalam uji klinik phase 1-2. Diproduksi oleh German/Bayer.

Komposisi vaksin Pfizer dan Moderna terdiri dari mRNA, lipid, gula, garam dan polyethylene glycol (PEG)). Perbedaannya adalah terletak pada lipidnya. Vaksin Pfizer lebih rapuh, sehingga harus disimpan dalam lemari es khusus freezer -70C. Sedangkan Moderna lebih stabil, bisa disimpan dalam lemari es biasa (2-8C) selama 30 hari dan bila disimpan dalam lemari es -20C, bisa tahan sampai 6 bulan. Kedua vaksin ini perlu 2 x suntik. Vaksin Pfizer suntikan ke 2 adalah 3 minggu setelah suntikan pertama. Sedangkan Moderna suntikan ke 2 adalah 4 minggu setelah suntikan petama. Harga vaksin $20/dose. Sedangkan vaksin Moderna $33/dose.

Vaksin Pfizer dan Moderna telah di approved FDA sebagai pemakaian darurat, emergency use authorization (EUA). Efek samping kedua vaksin ini ringan seperti pada vaksinasi lainnya yakni nyeri otot, nyeri sendi, lesu, panas, sakit pada tempat suntikan. Efek samping ini adalah tanda reaksi immune yang baik. Gejalanya ringan dan akan hilang sendiri dalam 1-2 hari.

Keuntungan kedua vaksin ini adalah aman, efikasi Pfizer 95%, efikasi Moderna 94.5%, boleh diberikan untuk lansia diatas 65 tahun. Kerugiannya adalah logistic sulit. Perlu storage atau cold chain khusus.

Cara kerja vaksin mRNA adalah mRNA kontak dengan immune sel tubuh, mRNA dibentuk menjadi DNA. Pembentukan spike protein virus, spike protein captured by immune cells, immune memory cells produksi antibodies. Antibody dilepas keluar terhadap invasi virus dari luar Vaksin Johnson & Johnson, Astrazeneca dan Sputnik V termasuk vaksin asam nukleat DNA dan dikenal sebagai vector-based vaksin, yakni vaksin yang memakai adenovirus yang tidak membahayakan untuk membawa antigen virus memicu reaksi immune membentuk antibody terhadap virus tersebut.

Vaksin Johnson & Johnson diproduksi dari Amerika, hanya perlu 1 x suntik (single dose). Efikasinya 70-85% dan 90-99% mencegah perawatan di rumah sakit. 57% efektif terhadap covid strain Afrika.

Vaksin Astrazeneca memakai adenovirus Chimpanze, diproduksi dari Oxford University, UK. Disebut juga vaksin Covishield atau vaksin Oxford. Diperlukan 2 x suntik. Suntikan kedua adalah 21 hari setelah suntikan pertama.

Vaksin Sputnik V memakai adenovirus manusia. Diproduksi dari Rusia. Perlu 2 x suntik. Suntikan kedua adalah 30 hari setelah suntikan pertama. Tersedia dalam 2 warna, warna biru untuk suntikan pertama, sedangkan warna merah untuk suntikan kedua.

Cara kerja vaksin asam nukleat DNA adalah DNA yang dibawa oleh adenovirus masuk kedalam sel, terjadi injeksi DNA kedalam nucleus cell, dimana DNA diubah menjadi mRNA. Lalu mRNA synthesis membentuk protein yang menyerupai spike protein virus. Antigen spike protein ini dapat diikat oleh antigen presenting cells, yang kemudian bersama-sama B-cells dan T cells membentuk antibody terhadap invasi virus dari luar. Disamping itu membunuh sel yang telah terinfeksi.

Vaksin Novavax adalah vaksin protein subunit dan dikenal juga sebagai vaksin acellular, yakni vaksin yang memakai sebagian fragment protein virus memicu reaksi immune membentuk antibody terhadap virus.

Keuntungan vaksin Novavax adalah tidak ada komponen hidup (acellular), aman untuk yang ada comorbid, karena tidak memicu penyakit. Efikasi 85-89%. Boleh untuk usia 18-84 tahun. Resiko efek samping hampir tidak ada. Biaya produksi murah, lebih stabil dan juga 85.6% efektif terhadap variant UK B1.1.7.

Kerugiannya adalah tidak efektif untuk variant South Africa B1351. Response immune lamban, sehingga perlu diberi adjuvant atau booster. Cara produksi rumit. Perlu bakteri atau plasmid. Kebersihan ketat agar tidak terkontaminasi.

Cara kerja vaksin protein subunit adalah melalui expose kontak molekul pathogen dengan cara menyuntikkan fragment protein spesifik virus yang telah dimurnikan, untuk stimulasi sel immune. Suntikan dapat secara intra-muscular (IM), electroporation dengan gene gun atau injectable hydrogel.

Electroporation adalah dengan gelombang pendek aliran listrik untuk menciptakan pori sementara pada membrane cell dengan gene gun yang memakai helium mendorong DNA masuk kedalam kulit, yang kemudian menyatu dengan sel membrane.

 Keuntungan dan Cara Kerja dari Vaksin Nusantara

Vaksin Nusantara adalah dendritic cells-based vaccine. Yakni vaksin yang memakai dendritic cells untuk memicu reaksi immune sel tubuh untuk membuat antibody terhadap SARS-CoV-2. Vaksin ini adalah produksi dari Indonesia.

Keuntungan vaksin Nusantara adalah biaya produksi murah, tidak perlu dibuat di pabrik besar. Memakai autologous cells, tidak ada komponen sel hidup sehingga bisa diberikan pada cormorbid termasuk yang alergik.

Kerugian vaksin Nusantara adalah bersifat individu, perlu kontak dengan jarum suntik berkali-kali, harus menjaga sterilisasi ketat, sulit untuk produksi vaksin secara massal dengan cepat, sehingga tidak dapat mempercepat tercapainya herd immunity.

Cara kerja vaksin Nusantara adalah pengambilan darah autologous dari individu masing-masing, lalu di inkubasi ex vivo dengan spike protein SARS-CoV-2, dengan atau tanpa GM-CSF. Setelah itu harvest dendritic cells, kemudian suntik kembali pada individu masing-masing tersebut.

GM-CSF adalah granulocyte-macrophage colony-stimulating factor. Yakni suatu monomeric glycoprotein yang berfungsi sebagai cytokine. Sebagai growth factor untuk sel darah putih (white blood cell growth factor).

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini