REMBANG – Pejabat, bidan, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS) takut untuk masuk ke Dusun Ngaglik, Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, lantaran adanya mitos yang menceritakan siapapun yang berani masuk ke dusun itu akan tertimpa sial, hingga dicopot dari jabatanya.
Alhasil dusun yang berpenghuni sekitar 40-an kepala keluarga (KK) itu kerap dirugikan karena mereka mendapatkan perlakuan tidak adil. Salah satunya bidan desa yang enggan melayani langsung, sebelum maupun sesudah ibu dari Dusun Ngagklik melahirkan.
Baca juga: TNI-Polri Dampingi Bidan Desa Tracing Warga, Putus Mata Rantai Covid-19
Tokoh masyarakat Dusun Ngaglik, Sukarjan mempertanyakan mitos tersebut lantaran banyak orang tidak mengedepankan logika secara rasional. Ia beralasan sebagai umat beragama mestinya memahami nasib, pangkat, hingga jabatan sudah digariskan Tuhan bukan ditentukan karena masuk Dusun Ngaglik.
Baca juga:Kisah Bidan yang Cintanya Kandas karena Jadi Sopir Taksi Online