DPD Demokrat Kalteng Bakal Umumkan Kader Pengkhianat yang Ikut KLB Deliserdang

Antara, · Senin 08 Maret 2021 21:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 340 2374519 dpd-demokrat-kalteng-bakal-umumkan-kader-pengkhianat-yang-ikut-klb-deliserdang-eKz6UTVA71.jpg Ilustrasi (Foto : Antara)

PALANGKARAYA - Dalam Waktu dekat, DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah berencana membeberkan nama-nama kader pengkhianat yang mengikuti kegiatan Kongres Luar Biasa (KLB) di Deliserdang, Sumatera Utara.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah, Edi Rustian, saat dihubungi di Palangka Raya, Senin (8/3/2021), mengatakan, nama-nama 10 orang yang mengatasnamakan kader partai dan yang mengikuti kegiatan KLB, sudah diterima pengurus partai.

"Nama-nama orang yang mengikuti kegiatan itu sudah diverifikasi, baik di dari DPC maupun DPD. Kami pastikan juga mereka yang ikut KLB itu bukan orang yang memiliki suara sah," katanya.

Ia membeberkan, pengurus partai juga tidak pernah merekomendasikan kadernya --baik di tingkat DPC maupun DPD-- dan bahwa mereka yang hadir dalam mengikuti kegiatan yang ilegal itu.

Apabila benar itu kader Partai Demokrat yang hadir di KLB itu, kata dia, maka pengurus partai akan merekomendasikan ke pengurus pusat agar segera ditindak tegas.

"Salah satunya Kartu Tanda Anggota yang bersangkutan dicabut. Apabila dari 10 nama-nama tersebut bukan kader, maka pihak kami akan mengambil langkah hukum karena sudah mencatut nama ketua Demokrat Kalteng agar mereka bisa berangkat," katanya.

Baca Juga : Ikut KLB Kubu Deliserdang, Dijanjikan Rp100 Juta Dapatnya Cuma Rp10 Juta

Ia menegaskan bahwa ketua umum DPP Partai Demokrat yang sah hanya satu, dan itu adalah AHY. Sedangkan dari kaca mata hukum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan lembaga yang menjaga kredibilitasnya di negara ini tentunya tidak akan mudah melegalkan kepengurusan Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.

"Berdasarkan fakta-fakta yang sudah terkuak ada upaya pendongkelan kepemimpinan AHY dan mengangkangi AD-ART partai tentunya itu sudah salah atau tidak sah yang mereka lakukan. Saya tegaskan sekali lagi tidak ada dualisme kepengurusan Partai Demokrat pusat, kami tetap mengakui bahwa ketua umum kami adalah AHY," katanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini