Presiden "Hilang", Banyak Pertanyaan Muncul

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 11 Maret 2021 06:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 18 2375951 presiden-hilang-banyak-pertanyaan-muncul-nYQeitqjoq.jpg Presiden Tanzania John Magufuli (Foto: Reuters)

TANZANIA – Banyak pertanyaan mencuat seiring “hilangnya” Presiden Tanzania John Magufuli yang tidak terlihat di depan umum selama 11 hari.

Presiden terakhir kali terlihat di acara resmi di Dar es Salaam pada 27 Februari lalu. Pertanyaan ini mengarah ke seputar kesehatannya. Pemimpin oposisi Tundu Lissu mengatakan kepada BBC, jika menurut sumbernya Presiden dirawat di rumah sakit karena virus corona di Kenya.

Lissu mengatakan dia diberitahu jika Presiden Magufuli telah diterbangkan ke Kenya untuk perawatan di Rumah Sakit Nairobi pada Senin (8/3) malam.

Menurut Lissu, Presiden mengalami serangan jantung dan dalam kondisi kritis.

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah, yang memperingatkan agar tidak menerbitkan informasi yang tidak diverifikasi tentang pemimpin Tanzania itu. Rumah Sakit Nairobi juga mengatakan tidak bisa berkomentar.

Lissu mengatakan kepada BBC kebungkaman pemerintah memicu rumor dan tidak bertanggung jawab. Dia menjelaskan kesehatan Presiden seharusnya tidak menjadi masalah pribadi.

“Tidak mengherankan bagi orang Tanzania bahwa Magufuli telah tertular virus corona karena dia sembrono dalam menghadapi virus tersebut,” ujarnya.

(Baca juga: Mewah, Thailand Luncurkan Skema Karantina Covid-19 di Kapal Pesiar)

"Dia tidak pernah memakai masker, dia pergi ke pertemuan umum massal tanpa mengambil tindakan pencegahan yang dilakukan orang-orang di seluruh dunia," kata Lissu kepada BBC dari pengasingan di Belgia.

"Ini adalah seseorang yang telah berulang kali dan secara terbuka membuang obat mapan, dia mengandalkan doa dan ramuan herbal yang nilainya tidak terbukti,” lanjutnya.

Pria berusia 53 tahun itu juga menduga Menteri Keuangan Tanzania Philip Mpango juga dirawat di rumah sakit yang sama di ibu kota Kenya.

BBC belum dapat memverifikasi laporan ini secara independen.

Diketahui, Magufuli menghadapi kritik atas penanganannya terhadap Covid-19. Pemerintahannya menolak untuk membeli vaksin.

(Baca juga: Kena Tipu, Perusahaan Beli Tembaga Senilai Rp518 Miliar Malah Dikirim Batu yang Dicat)

Presiden berusia 61 tahun ini malah menyerukan doa dan terapi uap dengan ramuan herbal untuk melawan virus.

Awal bulan ini, pada pemakaman seorang pembantu presiden, Magufuli mengatakan Tanzania telah mengalahkan Covid-19 tahun lalu dan akan menang lagi tahun ini.

Ajudan itu meninggal beberapa jam setelah wakil presiden pulau semi-otonom Zanzibar, dirawat karena Covid-19.

Negara Afrika Timur itu belum mempublikasikan kasus virus korona sejak Mei.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini