Penelitian Sebut Covid-19 Varian Inggris Jauh Lebih Mematikan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 12 Maret 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 18 2376628 penelitian-sebut-covid-19-varian-inggris-jauh-lebih-mematikan-Xs6mrZJQlU.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

LONDON - Strain Covid-19 yang awalnya ditemukan di Kent, Inggris, telah dikaitkan dengan risiko kematian yang jauh lebih tinggi, menurut penelitian baru yang dilakukan oleh universitas Exeter dan Bristol.

Sebuah studi yang diterbitkan pada Rabu (10/3/2021) di British Medical Journal (BMJ) mengatakan bahwa varian B117, yang sering disebut sebagai strain 'Inggris' atau 'Kent', 30-100 persen lebih mematikan daripada varian Covid-19 lainnya yang beredar.

BACA JUGA: Covid-19 Varian California 11 Kali Lebih Mematikan Daripada Strain Afrika Selatan

“Ditambah dengan kemampuannya untuk menyebar dengan cepat, ini membuat B117 menjadi ancaman yang harus ditanggapi dengan serius,” kata Robert Challen, seorang peneliti di Exeter University, yang ikut memimpin penelitian sebagaimana dilansir RT.

Tim Challen menemukan bahwa varian baru tersebut menyebabkan 227 kematian dalam sampel dari 54.906 pasien, sementara 141 orang meninggal dalam sampel dengan jumlah yang sama dari orang yang telah terinfeksi jenis Covid-19 lainnya.

Leon Danon, penulis senior studi dan profesor di University of Bristol, mengatakan bahwa "ada kekhawatiran nyata bahwa varian lain akan muncul dengan resistensi terhadap vaksin yang diluncurkan dengan cepat," dan menyatakan bahwa memantau varian baru haruslah "bagian penting dari respon kesehatan masyarakat di masa depan”.

BACA JUGA: Covid-19 Varian Baru Menyebar, Italia Tutup Semua Sekolah di Zona Merah Hingga Paskah

Para peneliti telah memperkirakan bahwa mutasi virus membuatnya 53 persen lebih menular. Strain ini pertama kali diidentifikasi pada September 2020 bersama dengan ratusan varian lainnya, tetapi baru setelah penguncian Inggris pada November, para ilmuwan menyadari bahwa itu mungkin terkait dengan melonjaknya tingkat infeksi di Kent dan Inggris Tenggara karena jumlah kasus menurun di bagian lain dari negara.

Varian tersebut berkembang menjadi yang paling umum di Inggris dan dikaitkan dengan melonjaknya jumlah kasus pada Desember 2020 dan Januari 2021. Sekarang telah menyebar ke lebih dari 100 negara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini