Islami Milati, Atasi Kecanduan Miras dan Narkoba di Kalangan Muslim di AS

Agregasi VOA, · Senin 15 Maret 2021 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 18 2377768 islami-milati-atasi-kecanduan-miras-dan-narkoba-di-kalangan-muslim-di-as-rv9V0IYdaP.jpg Kelompok muslim di New York mencoba mengatasi kecanduan miras dan narkoba (Foto: Reuters)

“Kecanduan itu sesuatu yang umum terjadi. Sayangnya komunitas Muslim pada umumnya tidak sensitif terhadap masalah ini mengingat Islam memang melarang minuman beralkohol dan narkoba. Di negara-negara Barat, seperti Amerika Serikat, yang mayoritas penduduknya non-Muslim, banyak Muslim yang mudah tersesat. Para pemuda Muslim, contohnya, berusaha sedemikian rupa menyesuaikan diri dengan lingkungan pergaulannya. Jika kebetulan mereka berada dalam lingkungan yang keliru, mereka akan dengan mudah terbawa arus atau tersesat," paprnya.

Menurut Abdul Wakil Muhammad, ketua Program Islami Milati cabang New York, program itu sebetulnya mengadopsi teknik-teknik yang sebelumnya dikembangkan untuk Alcoholics Anonymous dan Narcotics Anonymous. Bedanya, para pesertanya dilatih untuk memperkaya batin dengan pengetahuan agama dan doa-doa.

Program ini menabukan penggunaan istilah kecanduan. Para pesertanya diminta menggambarkan “kecanduan” mereka sebagai “fallen human condition” atau kondisi keterpurukan manusia.

Muhammad sendiri dulunya adalah pecandu narkoba dan alkohol. Ia menganut Islam sejak 1995, dua tahun setelah bergabung dalam program Islami Milati. Sejak itu ia aktif dalam program-program penanggulangan kecanduan, dan bahkan menjadi salah satu ketuanya.

Islami Milati sendiri tersebar di banyak kota besar di Amerika, seperti Atlanta, Dallas, Miami, Cincinnati, Pittsburgh, San Diego, dan Tucson. Program ini telah membantu ratusan Muslim dan non-Muslim yang kecanduan narkoba dan alkohol

Di Masjid Islamic Brotherhood, program ini selalu diumumkan usai salat Jumat. Tujuannya tidak hanya mengundang mereka yang kecanduan untuk mengatasi masalah mereka, tapi juga menyadarkan komunitas Muslim bahwa kecanduan narkoba dan alkohol benar-benar terjadi di kalangan mereka dan seharusnya tidak tabu untuk dibicarakan.

Masjid Islamic Brotherhood tetap buka selama masa pandemi dengan memberlakukan protokol kesehatan. Para penyelenggara program Islami Milati pun tetap menjalankan kegiatan mereka. Mereka berpendapat, pandemi bisa menimbulkan depresi, dan depresi bisa mendorong banyak orang mencari pelarian melalui narkoba dan minuman beralkohol.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini