Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapal Karam di Perairan Indonesia Tinggalkan Harta Karun Senilai Rp34,6 Triliun

Doddy Handoko , Jurnalis-Selasa, 16 Maret 2021 |10:01 WIB
 Kapal Karam di Perairan Indonesia Tinggalkan Harta Karun Senilai Rp34,6 Triliun
Foto: Illustrasi Shutterstock
A
A
A

Selain Estevao da Gama, Joao de Nova juga pernah menjadi nahkoda Flor de la Mar. Setelah kematian Joao da Nova, Flor de la Nova ikut serta dalam rombongan kapal yang dipimpin Afonso de Albuquerque dalam penaklukan Goa (India) dan Malaka tahun 1511.

Flor de la Mar masuk dalam kapal utama yang dikawal kapal-kapal pengiring yang ukurannya lebih kecil. Akhir tahun 1511, Afonso tiba di Malaka.

Sebuah pesan dikirim ke Sultan Mahmud, yang isinya meminta pembebasan orang-orang Portugis yang ditawan secepatnya.

Sultan pun mengulur waktu hingga membuat Afonso marah, armada perang yang ikut rombongannya menyerang raja Malaka itu, dan Sultan Mahmud kalah dan kabur. Kerajaaannya jatuh ke tangan Afonso, harta milik Sultan pun jadi jarahan.

Tak lama setelah penaklukan di akhir tahun 1511, Flor de la Mar dimuati 60 ton emas. Flor de la Mar dan kapal-kapal pengiringnya meninggalkan Malaka. Di sekitar perairan Pedir, daerah Pidie, Aceh Barat, badai membuat kapal oleng dan karam. Nakhoda utama rombongan itu selamat.

“Uang emas, perak, tembaga, dan timah dari Malaka hilang dalam Flor de la Mar," tulis Afonso.

Hampir 400 orang di atas kapal kehilangan nyawa kecuali Albuquerque, yang melarikan diri dengan beberapa perwira menggunakan perahu mirip sekoci. Mereka mendayung pergi dengan hanya membawa pakaian yang melekat di badan, dan meninggalkan harta senilai US$ 2,6 miliar atau setara Rp34,6 triliun.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement