JENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WMO) mengatakan badai Atlantik seperti Dorian, Laura, Eta dan Iota "dipensiunkan" karena jejak kematian dan kehancuran yang disebabkan badai tersebut.
Keempat nama tersebut dihapus dari daftar setelah pertemuan virtual selama dua hari antara Komite Badai 28 negara WMO yang melayani Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia.
"Kami telah menghentikan beberapa nama badai berdasarkan dampak pada nyawa dan properti," kata Ketua Komite Ken Graham, Direktur Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (AS).
Selama tahun 2020, sebanyak 30 badai Atlantik yang belum pernah terjadi sebelumnya menyebabkan setidaknya 400 kematian dan kerugian sebesar USD41 miliar (Rp590 triliun).
"Mempertimbangkan musim pemecahan rekor selama pandemi global, banyak nyawa yang diselamatkan melalui kerja komite ini," terangnya.
"Sangat penting bagi kami untuk memiliki rencana, mengoordinasikan upaya kami, dan berbagi tantangan serta praktik terbaik,” lanjutnya.
(Baca juga: Demi Uang, Pendeta Wanita Ini Pilih Menjadi Model Dewasa)
Sepanjang musim badai Atlantik tahunan, yang berlangsung dari 1 Juni hingga 30 November, badai dinamai agar lebih mudah diidentifikasi dalam pesan peringatan.
Nama badai diberikan bergantian antara nama pria dan wanita dalam urutan abjad. Tahun ini dimulai dengan Ana, Bill dan Claudette.
Nama-nama badai ini digunakan kembali setiap enam tahun. Jika ada badai yang sangat dahsyat, namanya tidak lagi digunakan dan diganti.
Badai Dexter akan menggantikan badai Dorian dalam daftar nama pada 2025 mendatang. Lalu badai Leah akan menggantikan badai Laura pada 2026 mendatang.
Daftar nama badai menggunakan 21 dari 26 huruf alfabet karena kesulitan menemukan keseimbangan enam nama Inggris, Spanyol, Prancis dan Belanda yang mudah dikenali yang dimulai dengan Q, U, X, Y dan Z - bahasa yang digunakan di Wilayah Atlantik dan Karibia.
(Baca juga: Rusia Panggil Pulang Duta Besarnya dari Washington Setelah Komentar Joe Biden)
Jika ada lebih dari 21 nama badai dalam satu tahun, seperti yang terjadi pada 2005 dan 2020, nama-nama tersebut kemudian akan mulai menggunakan huruf-huruf dalam alfabet Yunani. Dimulai dengan badai Alfa dan badai Beta.
Namun, mulai tahun ini, alfabet Yunani akan diganti dengan daftar nama tambahan permanen, dalam urutan abjad.
Daftar nama yang akan digunakan mulai sekarang dimulai dengan Adria, Braylen, Caridad, Deshawn, Emery, Foster, Gemma, Heath dan Isla.