Penduduk kota utama Jayakarta ada sekira tiga ribu kepala keluarga atau sekitar 15 ribu jiwa.
Namun, pada 30 Mei 1619, VOC tanpa mengenal ampun menghancurkan dan membumihanguskan Kraton Jayakarta. Termasuk masjid tempat ibadah yang seharusnya dihormati.
Baca Juga: Ketahuan Berzina dengan Putri Angkat JP Coen, Perwira VOC Dihukum Pancung
"Pihak penjajah bukan hanya menghancurkan Jayakarta tapi mengusir seluruh penduduk. Kita dapat membayangkan bagaimana 15 ribu jiwa termasuk anak-anak kecil harus menyingkir ke Jatinegara Kaum yang jaraknya sekitar 20 km dari Kota Intan,"paparnya.
Kala itu mereka harus melewati hutan belukar. Di Jatinegara Kaum mereka mendirikan Masjid Asy-Salafiah yang hingga kini masih berdiri tegak. Pangeran Jayakarta dan anak buahnya melalui masjid menggerakkan pasukan bergerilya melawan Belanda.
(Angkasa Yudhistira)