"Fenomena hoaks ini tidak hanya kita alami sendiri, tidak hanya dialami oleh negara-negara ASEAN. Bahkan di negara-negara maju sekalipun, masih terjadi ketidakpercayaan terhadap protokol kesehatan dan ketidakpercayaan terhadap vaksin," katanya.
Penetrasi media sosial dan internet yang luas, kata Hadi, juga masih menjadi senjata kelompok radikal dan teroris untuk mengembangkan pengaruh dan dukungan. Kelompok radikal dan teroris menjadi semakin sulit dideteksi akibat radikalisasi diri dan perekrutan secara tidak langsung.
"Mereka tidak lagi memiliki afiliasi, ikatan dan jaringan komunikasi yang jelas. Fakta tersebut membuat upaya pencegahan, deradikalisasi, maupun penegakkan hukum semakin kompleks," ujarnya.
TNI, sambung Hadi, berpandangan untuk memperkuat kerja sama militer ASEAN, melalui tiga upaya. Pertama, meningkatkan interaksi dan komunikasi antar pimpinan dan pejabat Angkatan Bersenjata sebagai jembatan dalam peningkatan kerja sama.
Kedua, meningkatkan sharing informasi dalam berbagai bidang, dan Ketiga membentuk mekanisme latihan bersama Angkatan Bersenjata ASEAN secara bertahap. Tujuannya, untuk membangun kemampuan dan meningkatkan profesionalisme.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.