Pelihara Hiu di Rumah dan Menjual Secara Online, Pria Ini Didenda Rp72 Juta

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 19 Maret 2021 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 18 2380424 pelihara-hiu-di-rumah-dan-menjual-secara-online-pria-ini-didenda-rp72-juta-bygDwqNCrI.jpg Hiu pasir ditemukan dipelihara di rumah seorang warga (Foto: CNN)

NEW YORK - Seorang pria dinyatakan bersalah karena memelihara hiu hidup di kolamnya dan menjual secara online.

Menurut pernyataan dari Jaksa Agung Letitia James, pelaku Joshua Seguine, 40, menghadapi ancaman denda sebesar USD5.000 (Rp72 juta) karena kepemilikan tujuh hiu pasir ilegal dan akan dijual secara online.

Dia dijatuhi hukuman pembebasan bersyarat di Town of LaGrange Justice Court di New York minggu ini. Dia dibebaskan tanpa penjara atau masa percobaan, tetapi tunduk pada persyaratan yang ditentukan pengadilan.

"Gelombang berbalik untuk Joshua Seguine, yang dihukum dan dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya yang melanggar hukum," kata James.

"Kami tidak akan mentolerir siapa pun yang memangsa spesies dilindungi untuk menghasilkan keuntungan bagi mereka,” terangnya.

(Baca juga: Kudeta Myanmar, Thailand Tingkatkan Patroli Perbatasan Hadapi Gelombang Pengungsi)

Seguine diketahui berada di bawah radar Departemen Konservasi Lingkungan (DEC) sejak 2017 ketika dia ditangkap di Georgia karena mengemudi tanpa izin - dan memegang tangki berisi lima hiu berukuran kecil di bagian belakang truknya.

Seguine mengatakan kepada penyelidik Departemen Sumber Daya Alam jika dia mengangkut hiu tersebut ke negara bagian New York dan bermaksud untuk menjualnya. Dia juga mengaku memelihara hiu hidup lebih banyak di rumahnya di New York.

Setelah diselidiki, Seguine diketahui menjalankan bisnis dengan nama Aquatic Apex LLC, menawarkan hiu untuk dijual di situs web MonsterFishKeepers.com.

Petugas DEC pun menggeledah rumah Seguine dan menemukan kolam di atas tanah yang berisi tujuh hiu pasir yang masih hidup.

(Baca juga: Militer Myanmar Gunakan Kecerdasan Buatan Teknologi Pengenalan Wajah, Pengunjuk Rasa Takut Dilacak)

Dua hiu macan tutul dan hiu martil ditemukan mati. Petugas juga menemukan spesies yang terancam punah yakni hiu moncong gergaji gigi kecil.

"Saya memuji pekerjaan petugas polisi pelestarian lingkungan kami, yang mempelopori penyelidikan yang mengakibatkan Joshua Seguine diadili," kata Komisaris DEC New York Basil Seggos.

"Sangat penting bagi kami untuk bekerja untuk melindungi spesies yang terancam punah yang diambil dari habitat alami mereka dan dijual untuk mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.

Ahli biologi juga ikut menemani petugas dalam pencarian hiu hidup, yang akhirnya dipindahkan ke Akuarium New York.

Saat ini hiu pasir itu hidup dengan lebih dari 115 spesies laut dan 18 jenis hiu dan pari yang berbeda di Akuarium New York di Coney Island.

Seperti diketahui, hiu pasir adalah spesies yang dilindungi berdasarkan hukum New York dan ilegal untuk dimiliki di negara bagian tanpa izin khusus.

Hiu pasir menjadi salah satu hiu pantai terbesar di dunia, berukuran rata-rata antara enam setengah hingga delapan kaki, menurut Aquarium of the Pacific. Mereka biasanya tidak dianggap berbahaya.

Hiu tersebut terdaftar dalam daftar merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam sebagai spesies yang rentan dan ditangkap secara berlebihan di Atlantik Utara bagian barat. Tidak hanya untuk konsumsi manusia, kulit, sirip, dan livernya juga dihargai untuk kulit, minyak, dan produk lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini