Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kedahsyatan Perang Leak, Dikalahkan Keris Bima

Doddy Handoko , Jurnalis-Jum'at, 19 Maret 2021 |06:22 WIB
Kedahsyatan Perang Leak, Dikalahkan Keris Bima
Ilustrasi (Foto : Youtube Hans Smeekes)
A
A
A

KERIS Bima Rampag milik Kerajaan Kesiman, Denpasar, adalah pusaka yang terinspirasi dari salah satu tokoh Mahabharata bernama Bima. Keris tersebut pernah digunakan Raja Kesiman untuk menundukkan tokoh leak Sanur bernama Rangdaning Jero Agung sekitar tahun 1700-an.

Menurut keyakinan masyarakat Desa Kesiman, pusaka ini memiliki kekuatan dahsyat sehingga pantang dikeluarkan sembarangan kecuali dalam situasi darurat atau perang. Jika keris ini dicabut dari warangkanya akan memunculkan kegemparan.

Budayawan Bali, I Gede Anom Ranuara, menuliskan keris itu memiliki sejarah panjang. Pada zaman kerajaan dulu, keris ini pernah digunakan untuk menggempur Rangdaning Jero Agung, tokoh leak Sanur.

Ceritanya berawal dari kematian calon pedanda (pendeta) dari Gria Mimba, Sanur. Saat sang calon pendeta melaksanakan ritual Nyeda Raga (mati suri), ternyata sang calon pendeta benar-benar menghembuskan napas terakhirnya.

"Kematian sang calon pendeta disebabkan oleh sengatan legu gondong atau nyamuk demam berdarah. Sebab, pada saat itu nyamuk beranak pinak dan keluar dari sumur-sumur warga desa yang disinyalemen sebagai bentuk kemarahan Dewa Baruna atas kelalaian masyarakat melaksanakan upacara di laut, " ujar eniman dalang wayang ini.

Kematian sang calon pendeta berbuntut panjang. Ternyata yang dituding sebagai penyebab kematian sang calon pendeta adalah istrinya bernama Rangdaning Jero Agung. Dialah yang dituduh membunuh suaminya dengan menggunakan ilmu leak karena masyarakat tahu bahwa istri sang pendeta ini adalah salah satu penekun ilmu leak yang memiliki banyak murid.

Baca Juga : Misteri Kemunculan Harimau Putih di Candi Mleri

Atas tudingan itu membuat Rangdaning Jero Agung murka dan benar-benar mengamalkan ilmu leaknya. Bersama para pengikutnya, ia menebar wabah penyakit. Pageblug terjadi sehingga membuat banyak warga meninggal, pagi sakit sore mati.

Kejadian ini dilaporkan warga Desa Mimba kepada Raja Kesiman sebagai penguasa wilayah Sanur. Raja kemudian mengutus salah seorang patihnya bernama Gusti Made Lod untuk menyelidiki kebenarannya. Gusti Made Lod yang juga menguasai ilmu leak mengubah wujudnya menjadi barong puwuh (sosok barong banaspati tanpa ekor).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement