Tanah di Lebak Banten Bergerak, Masyarakat Tinggalkan Rumah

Teguh Mahardika, Koran SI · Jum'at 19 Maret 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 340 2380589 tanah-di-lebak-banten-bergerak-masyarakat-tinggalkan-rumah-z1VWNRr6M5.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

LEBAK - Masyarakat terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Jampang Cikoneng, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten melakukan evakuasi mandiri untuk menghindari terjadinya korban jiwa akibat bangunan roboh. Pergerakan tanah dikampung tersebut terus sejak 2019 hingga saat ini.

Menurut warga kampung tersebut, Surya, masyarakat saat ini tengah melakukan gotongroyong membuat pengungsian darurat dengan menggunakan tenda, karena terdapat rumah warga yang akan kembali roboh akibat pergerakan tanah.

"Kami sedang membuat tenda, buat warga yang saat ini rumahnya nyaris roboh, " ujar Surya, Jumat (19/3/2021).

Baca juga:  Banyak Korban Bencana Pergerakan Tanah di Purwakarta Alami Depresi

Satu - persatu warga mulai merasa ketakutan tinggal di rumahnya, karena pergerakan tanah yang sangat perlahan itu, membuat bangunan rumah mereka retak bahkan ada yang roboh.

"Semalam satu keluarga tinggal di tenda, karena rumahnya mengeluarkan suara akibat pergerakan tanah, 'derekdek, derekdek," kata Surya menirukan suara rumah.

Baca juga:  Ratusan Rumah di Desa Setiawaras Tasikmalaya Rusak Akibat Tanah Bergerak

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupeten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, dalam peristiwa tanah bergerak, ada 41 warga yang terdampak.

"Kita sudah bersurat ke bupati (Bupati Lebak) tentang kejadian ini dan kronologisnya," ujar Febby.

Solusi yang dilakukan saat ini meminta kepada Badan Geologi untuk kembali melakukan penyelidikan terkait layak tidaknya wilayah tersebut untuk dijadikan permukiman bagi warga.

"Kami bersurat ke badan geologi untuk kembali melakukan penyelidikan tanah disana. Apakah masih layak atau tidak untuk dijadikan pemukiman," jelasnya.

Menurutnya hasil rekomendasi teknis dari Badan Geologi yang akan menjadi acuan pengambilan kebijakan terhadap rumah terdampak.

"Untuk sementara masyarakat masih tinggal di rumahnya, ada beberapa yang mengungsi ke keluarganya," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini