Dokter, Perawat, Apoteker, Mahasiswa Kedokteran Turun ke Jalan Protes Kudeta Militer

Agregasi VOA, · Senin 22 Maret 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 18 2382011 dokter-perawat-apoteker-mahasiswa-kedokteran-turun-ke-jalan-protes-kudeta-militer-aGqJKapZna.jpg Dokter, perawat, apoteker, mahasiswa kedokteran ikut aksi demonstrasi (Foto: AFP)

YANGON – Sejumlah tenaga medis, termasuk dokter, perawat, mahasiswa kedokteran dan apoteker bergabung dengan para demonstran pro-demokrasi. Mereka berpawai semalaman, dari Sabtu (20/3) hingga Minggu (21/3).

Massa meneriakkan slogan-slogan dan membawa poster bertuliskan “Selamatkan pemimpin kami,” merujuk pada mantan pemimpin de fakto, Aung San Suu Kyi.

Para demonstran antikudeta di Mandalay juga berunjuk rasa pada fajar Minggu (21/3) untuk menghindari konfrontasi besar dengan pasukan keamanan dan polisi.

Sedikitnya dua demonstran tewas pada Minggu (21/3) di Myanmar. Keduanya adalah korban jiwa terbaru dalam bentrokan disertai kekerasan antara polisi dan warga sipil, pasca-kudeta pada 1 Februari.

(Baca juga: China: Manusia dan Covid-19 Ibarat Tom dan Jerry)

Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, menjadi pusat aksi unjuk rasa menentang militer.

 Menurut Asosiasi Bantuan bagi Tahanan Politik (AAPP), seorang pengunjuk rasa ditembak mati di Kota Monywa dan tiga lainnya terluka.

Sementara, portal berita Myanmar Now melaporkan satu orang tewas dan beberapa terluka pada Minggu (21/3) di Mandalay, ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah massa.

(Baca juga: Negara-negara Eropa Kembali Berlakukan Lockdown)

Menurut AAPP, sedikitnya 249 orang telah tewas sejak kudeta. Suu Kyi dan beberapa pemimpin lain yang dipilih secara demokratis masih ditahan sejak 1 Februari.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini