Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PM Inggris Akan Minta Pemimpin Uni Eropa Memveto Larangan Ekspor Vaksin Covid-19

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 22 Maret 2021 |16:22 WIB
PM Inggris Akan Minta Pemimpin Uni Eropa Memveto Larangan Ekspor Vaksin Covid-19
PM Inggris Boris Johnson (Foto: Reuters)
A
A
A

INGGRIS - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson diperkirakan akan mendesak para pemimpin Uni Eropa (EU) untuk menolak proposal apapun untuk memblokir ekspor vaksin Covid-19 ke Inggris di tengah meningkatnya kekhawatiran perang perdagangan vaksin besar-besaran.

The Financial Times melaporkan Johnson diperkirakan akan menghubungi rekan-rekannya di EU menjelang pertemuan puncak virtual pada Kamis (25/3) ketika para pemimpin Eropa akan mempertimbangkan masalah tersebut.

Sumber pemerintah mengatakan Johnson berbicara dengan von der Leyen, bersama dengan PM Belanda dan Belgia Mark Rutte dan Alexander De Croo minggu lalu.

Dia juga diperkirakan akan berbicara dengan para pemimpin EU lainnya dalam beberapa hari mendatang.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen meningkatkan retorikanya selama akhir pekan, dengan mengatakan Uni Eropa memiliki kekuatan untuk "melarang" ekspor.

(Baca juga: Pejabat India Tuding Jeans Robek Sebabkan "Kerusakan Moral")

"Itu adalah pesan untuk AstraZeneca,” ujarnya.

Peringatan keras tersebut mencerminkan kekesalan yang meningkat di benua itu karena UE tidak mendapatkan pasokan yang diharapkan dari pabrikan Inggris-Swedia.

Komisaris Irlandia Mairead McGuinness mengatakan belum ada keputusan yang dibuat mengenai blok ekspor vaksin potensial.

McGuinness mengatakan kepada The Andrew Marr Show BBC1 bahwa warga Eropa "semakin marah dan kesal" karena peluncuran vaksin "tidak terjadi secepat yang diperkirakan".

“Baik UE dan Inggris memiliki kontrak dengan AstraZeneca dan pemahaman saya adalah perusahaan tersebut memasok ke Inggris tetapi tidak ke Uni Eropa,” ujarnya.

(Baca juga: Dokter, Perawat, Apoteker, Mahasiswa Kedokteran Turun ke Jalan Protes Kudeta Militer)

“Kami memasok Inggris dengan vaksin lain, jadi saya pikir ini hanya tentang keterbukaan dan transparansi,” terangnya.

Ini terjadi setelah Johnson merayakan "hari pemecahan rekor untuk peluncuran vaksin" di Inggris setelah 844.285 vaksin diberikan kepada anggota masyarakat pada Sabtu (20/3). Angka tersebut setara dengan seluruh populasi orang dewasa di Liverpool, Southampton, dan Oxford jika digabungkan.

Namun, meskipun peluncuran berhasil hingga sekarang, ada kekhawatiran bahwa pasokan yang terbatas pada jab yang datang dari EU dapat menggagalkan rencana pemerintah Inggris untuk menyuntik semua orang dewasa pada akhir Juli mendatang.

Profesor Jeremy Brown, anggota Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi, percaya bahwa jika ekspor vaksin dihentikan oleh EU, hal itu akan menunda tujuan akhir Inggris.

“Saya curiga program vaksin kami akan sedikit tertunda dibandingkan dengan yang kami harapkan beberapa minggu yang lalu tetapi kemudian, pada saat itu, kami sebenarnya lebih cepat dari jadwal jadi kami mungkin akan kembali ke jadwal semula dan berakhir dengan semua orang sebagai orang dewasa yang ditawari vaksin menjelang pertengahan atau akhir musim panas, saya kira,” paparnya kepada Sophy Ridge pada Minggu (21/3) di Sky News.

Menteri Pertahanan Ben Wallace membalas dengan memperingatkan pembuatan vaksin Pfizer bergantung pada pasokan dari Inggris.

"Hal yang menjadi dewasa adalah Komisi Eropa dan beberapa pemimpin Eropa tidak terlibat dalam retorika tetapi untuk mengakui kewajiban yang kita semua miliki," ungkapnya kepada The Andrew Marr Show.

“Kami semua akan memegang kontrak kami satu sama lain,” lanjutnya.

Sebelumnya di program Sophy Ridge On Sunday dari Sky News, dia mengatakan EU akan mengalami kerusakan "reputasi yang parah" jika mencoba mengganggu ekspor vaksin.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement