Kementan Tegaskan Pupuk Subsidi Sulsel Siap Sesuai Permintaan

Agustina Wulandari , Okezone · Selasa 23 Maret 2021 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 1 2382893 kementan-tegaskan-pupuk-subsidi-sulsel-siap-sesuai-permintaan-XDa7flBQ5T.jpg Foto : Dok.Kementan RI

BARRU - Kondisi kelangkaan pupuk bersubsidi masih menjadi keluhan para petani di sejumlah daerah Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Barru pada musim tanam tahun ini disikapi tegas Kementerian Pertanian (Kementan). Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dengan tegas menguat stok yang disiapkan sesuai permintaan.

“Infonya selalu ada masalah pupuk dibilang kurang, langka. Tapi kalau dicek, rata-rata penggunaan baru 94 persen. Nah, tentu saja, dari delapan juta hektare, ada 100, ada satu desa, atau satu dusun yang bersoal, jangan dianggap semua dong,” ujar Mentan SYL, Minggu (21/3).

Meski demikian, Mentan yang juga mantan Gubernur Sulsel dua periode ini tetap akan mengakomodir informasi terkait adanya laporan kelangkaan pupuk tersebut dan segera ditindaklanjuti apakah benar mengalami kekurangan atau ada permainan.

Mentan menjelaskan, petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi mesti terdaftar pada sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), kalau tidak terdaftar maka tentu tidak mendapat jatah pupuk bersubsidi.

“Kalau penerima pupuk harus terdaftar di RDKK namanya, dan itu tidak boleh tiba-tiba, harus terdaftar di desa. Bupati usulkan ke provinsi, provinsi seleksi lagi, kalau ada masuk RDKK itu tinggal kita sikapi. Untuk stok saat ini aman,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementan telah menambah alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2021 menjadi sebanyak 9 juta ton ditambah 1,5 juta liter pupuk organik cair guna memenuhi kebutuhan petani.

“Semoga lebih banyak petani yang bisa memperoleh pupuk bersubsidi dan pastinya petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi itu petani yang sudah tercatat di e-RDKK sesuai pengajuan yang diterima Kementan dari usulan pemerintah daerah,” kata Mentan SYL.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan, mekanisme distribusi pupuk, melalui lima lini. Lini pertama ke lini kedua dikontrol melalui menteri. Selanjutnya, lini kedua ke lini tiga, dikontrol gubernur, begitupun lini tiga keempat dikontrol bupati wali kota, dan lini kelima dikontrol oleh masyarakat dan agen.

"Biasanya lini kelima didistribusikan agen yang sudah ditunjuk pemerintah," kata Sarwo Edhy.

Ia menambahkan, pupuk bersubsdi ini diberikan kepada petani yang sudah tergabung dalam Kelompok Tani dan Kelompok Tani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsdi adalah yang sudah menyusun e-RDKK.

Sarwo Edhy berharap, tahun ini tidak terjadi kelangkaan pupuk bersubsdi lagi. Pasalnya, kebutuhan alokasi diusulkan dari daerah mulai tingkat kecamatan hingga provinsi.

"Semua akan disalurkan berdasarkan e-RDKK yang diusulkan. Apabila terjadi kekurangan di tingkat kecamatan, maka kabupaten berhak melakukan realokasi. Sedangkan bila kekurangan di tingkat kabupaten, maka provinsi yang berwenang melakukan realokasi," katanya.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini