Anak Durhaka Tiba-Tiba Bacoki Orang Tua dan Kakeknya

Solichan Arif, Koran SI · Rabu 24 Maret 2021 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 519 2383068 anak-durhaka-tiba-tiba-bacoki-orang-tua-dan-kakeknya-6XiRRKqieO.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

TRENGGALEK - Sucipto, warga Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek tiba-tiba mengamuk sekaligus menyerang keluarganya dengan sebilah sabit. Wardi, kakek Sucipto ditemukan tewas, dengan kepala dan leher penuh luka bacok. Sedangkan orang tua Sucipto, yakni Maryono dan Juminem yang juga sempat dibacok, selamat.

"Dalam peristiwa penganiayaan ini satu orang meninggal dunia," ujar Kasubag Humas Polres Trenggalek AKP Bambang Purwanto kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

Insiden penganiayaan satu keluarga tersebut berlangsung di dalam rumah. Entah apa yang terjadi, Juminem, ibu Sucipto tiba tiba berlari keluar sembari histeris meminta tolong, karena dibacok anaknya.

Melihat itu, Maryono langsung bergegas mendatangi istrinya. "Suaminya (Maryono) berusaha melerai," kata Bambang. Situasi bukanya mereda. Sucipto malah semakin kalap. Maryono, yang notabene ayahnya juga diserang.

Maryono juga terluka bacok. Situasi di lingkungan tempat tinggal mereka, Selasa 23 Maret, sontak heboh.

Warga pun berdatangan. Dibantu sejumlah warga, petugas yang tiba di lokasi kejadian, langsung mengamankan Sucipto. Karena mengalami luka bacok di bagian kepala, kedua orang tua Sucipto langsung dilarikan ke puskesmas. Sementara saat pengechekan di dalam rumah, Wardi, kakek Sucipto ditemukan tewas di kamarnya.

Laki laki berusia 74 tahun tersebut mengalami luka bacok di bagian kepala dan leher. "Korban meninggal dunia ditemukan di kamarnya," kata Bambang.

Baca Juga : Tersangka Penembakan di Supermarket Ditahan dan Didakwa 10 Tuduhan Pembunuhan

Sementara, keterangan yang diperoleh petugas, Sucipto memiliki riwayat sakit jiwa. Kondisi jiwanya dinyatakan terganggu sejak tahun 2019, dan sejak itu tidak berhenti mengonsumsi obat.

Hanya saja gangguan jiwa yang dialami Sucipto bersifat gangguan. Menurut Bambang, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan. Yakni, terutama terkait motif penganiayaan yang dilakukan. "Dalam hal ini kita juga melibatkan petugas medis untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku," pungkas Bambang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini