Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ma'ruf Amin: Angka Kematian Ibu Melahirkan Indonesia Lebih Tinggi dari Negara Tetangga

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 25 Maret 2021 |15:34 WIB
Ma'ruf Amin: Angka Kematian Ibu Melahirkan Indonesia Lebih Tinggi dari Negara Tetangga
Wakil Presiden, Maruf Amin (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, tingkat kematian ibu melahirkan di Indonesia masih jauh lebih tinggi ketimbang negara tetangga.

Tak hanya itu, indikator kematian balita dan stunting juga berada pada kondisi serupa. Kemudian, prevalensi penyakit seperti tuberkulosis (TBC) dan Malaria masih menjangkiti Tanah Air.

"Laporan World Health Statistics 2020 yang diterbitkan oleh WHO menunjukkan bahwa angka kematian ibu melahirkan kita masih 177 per 100.000 kelahiran hidup, ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Malaysia yaitu 29, Thailand 37, dan Vietnam 43 per 100.000 kelahiran hidup," katanya saat menjadi keynote speech pada webinar Universitas Indonesia bertajuk 'Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045', Kamis (25/3/2021).

Ma'ruf menambahkan, indikator tingkat kematian balita di Indonesia masih 25 per 1.000 kelahiran hidup, dibandingkan dengan Malaysia yaitu 8, Thailand 9, dan Vietnam 21. Berbagai prevalensi penyakit seperti TBC dan Malaria juga masih menempati tingkat teratas dibandingkan negara tetangga.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin: Kasus TBC di Indonesia Tertinggi Ketiga di Dunia

"Begitu pula prevalensi balita stunting kita yang masih tinggi. Saat ini, kita masih terus berusaha untuk mencapai target RPJMN 2020-2024, dalam menurunkan prevalensi stunting balita dari 27,7% pada tahun 2019 menjadi 14% pada tahun 2024," ujarnya.

Ma'ruf berujar, ketahanan kesehatan suatu negara ditunjukkan dengan berfungsinya sistem layanan kesehatan dengan baik. Sistem ini harus mampu menangani sejumlah tantangan permasalahan. Untuk mencapainya diperlukan kemampuan adaptasi dengan cepat guna memenuhi tuntutan layanan kesehatan yang berubah dengan cepat, seperti munculnya pandemi yang tak terduga, serta kemampuan kolaborasi antar berbagai pihak terkait.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement