Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Kepulangannya ke Indonesia, Habib Rizieq Bantah Sengaja Menuju Kerumunan di Bandara

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Jum'at, 26 Maret 2021 |16:06 WIB
Cerita Kepulangannya ke Indonesia, Habib Rizieq Bantah Sengaja Menuju Kerumunan di Bandara
Habib Rizieq saat disambut simpatisan di luar Bandara Soetta. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Habib Rizieq Shihab (HRS) menjelaskan kronologi kepulangannya dari Arab Saudi menuju Indonesia pada November 2020. Rizieq menceritakan, setelah tiba di Indonesia tepatnya di Bandara Soekarno Hatta, dirinya dan keluarga dimintai surat bebas Covid-19.

Surat tersebut dimintai oleh petugas yang meminta surat bebas Covid-19 untuk diurus keimigrasian. Namun, ketika ingin mengikuti petugas, Habib Rizieq dan keluarga sudah disambut di pintu keluar oleh massa yang menunggu kedatangannya.

"Namun kami tidak bisa mengikuti petugas tersebut, karena dari depan pintu pesawat sudah penuh dengan massa penjemput, dan di dalam gedung bandara yang kami lalui, dipadati ribuan massa, sementara di luar gedung bandara sudah menunggu jutaan massa penjemput," ujar Rizieq dalam eksepsinya, Jumat (26/3/2021).

Karena tidak bertemu dengan petugas bandara itu, Rizieq merasa dirinya dan keluarga tidak pernah mendapat penjelasan tentang pandemi dari Pihak Bandara, baik secara lisan maupun tulisan.

Baca juga: Sopirnya Ditangkap Bawa Sajam, Pengacara Habib Rizieq : Buat Potong Mangga

Baru setelah sepekan, sekitar tanggal 17 November 2020, pasca peringatan Maulid Nabi SAW di Petamburan yang digelar tanggal 14 November 2020, paspor beserta surat dari pihak bandara terkait pandemi diantar ke rumahnya.

"Sejak saat itulah kami mengetahui tentang keharusan isolasi selama 14 (empat belas) hari, bagi yang baru datang dari luar negeri. Terhitung tanggal 17 November 2020 kami pun melakukan isolasi mandiri di bawah bimbingan dan pengawasan Tim Medis dari Tim Mer-C, bahkan khusus saya yang mengalami kelelahan yang teramat sangat pada pekan berikutnya, meminta perawatan khusus di RS UMMI Bogor," ungkapnya.

Baca juga: Sidang Offline Habib Rizieq, Barracuda hingga Water Cannon Terparkir di PN Jaktim

Maka dari itu, Habib Rizieq menyebut semua dakwaan JPU tersebut bohong dan dusta, bahkan fitnah dan tuduhan keji. Dirinya tidak dengan sengaja menuju pintu keluar pesawat untuk bertemu dengan pendukungnya.

"Saya tidak pernah dengan sengaja menuju kerumunan bandara, karena dari pintu pesawat sudah banyak orang dan di dalam gedung bandara sudah ada puluhan ribu orang, sementara di luar Gedung Bandara sudah menunggu jutaan massa, saya menuju kendaraan saya untuk pulang ke rumah, bukan menuju ke kerumunan," ujar dia.

Bahkan Habib Rizieq mengaku terus mengingatkan massa agar mematuhi protokol kesehatan dan jaga diri. Dirinya membuka jalan agar bisa lancar menuju rumah dan massa bisa bubar kembali ke rumah masing- masing.

"Saya tidak pernah buat kerumunan di rumah, justru sesampai di rumah sudah ada kerumunan massa sehingga saya sulit masuk ke rumah," ujar dia.

"Justru saya yang membubarkan kerumunan di sekitar rumah saya dan minta semua pulang," tambahnya.

Meski baru dapat surat penjelasan soal Covid-19 dari Bandara tanggal 17 November 2020, Rizieq mengakui telah memulai isolasi mandiri pada tanggal tersebut.

"Siapa bilang saya tidak isolasi mandiri 14 hari, bahkan saya isolasi mandiri lebih dari sebulan," pungkasnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement