Tuntut Tersangka Kasus Pelecehan Anak Dibebaskan, Puluhan Warga Demo Polsek Percut

Said Ilham, iNews · Sabtu 27 Maret 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 608 2385016 tuntut-tersangka-kasus-pelecehan-anak-dibebaskan-puluhan-warga-demo-polsek-percut-SVYql5wCZp.jpg Foto: iNews.

JAKARTA - Puluhan massa organisasi masyarakat yang tergabung dalam Forum Islam Bersatu melakukan aksi demo ke Polsek Percut Sei Tuan, menuntut salah seorang terduga pelaku kekerasan pelecehan seksual pada anak di bawah umur berinisial I-R warga Perumnas mandala, yang diamankan polisi, untuk dibebaskan.

Puluhan organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Forum Islam Bersatu Sumatera Utara berunjuk rasa di kantor Polsek Percut Sei Tuan, Jumat (26/3/2021) sore. Kedatangan massa terkait penahanan tersangka I-R yang merupakan warga Perumnas mandala yang ditangkap atas dugaan kekerasan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur pada 15 Februari 2021 lalu.

BACA JUGA: Razia Gabungan TNI/Polri di Tempat Hiburan Malam Tangerang Temukan 2 Warga Positif Narkoba

Dalam orasinya mereka mempertanyakan proses penangkapan Irwansyah di dalam rumah tanpa perlawanan dan tanpa membawa surat penggeledahan dari pihak kepolisian. Massa juga menduga adanya rekayasa dan keterlibatan oknum mantan kepling setempat berinisial I-E-N.

Kuasa hukum tersangka Muhammad Ilham meminta agar Kapolsek Percut Sei Tuan membebaskan atau mengabulkan penangguhan penahanan terhadap tersangka I-R tersebut.

BACA JUGA: 36 Pengungsi Rohingya di Aceh Dipindahkan ke Medan

setelah satu jam massa melakukan aksinya, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu menemui massa aksi. Dalam pertemuan kedua belah pihak massa memohon surat penangguhan dikabulkan dengan alasan tersangka yang sudah berusia 70 tahun tersebut memprihatikan dalam penjara karena kondisi tubuh yang telah mengidap penyakit bawaan.

Namun Kapolsek Percut Sei Tuan saat diwawancarai awak media menyebutkan pihaknya tidak sembarangan melakukan penahanan terhadap tersangka kasus tindak pidana serta akan akan mempelajari dahulu permintaan massa aksi itu.

"Mengenai tuntutan dari mereka, penangguhan penahanan, penyidik akan mempelajari dan mepertimbangkan," kata Janpiter.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini