Salahkan Korban Kekerasan, 3 Presenter Radio Dipecat

Susi Susanti, Koran SI · Senin 29 Maret 2021 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 18 2385743 salahkan-korban-kekerasan-3-presenter-radio-dipecat-XGjbJ5xc7o.jpg Presenter radio dituduh menyalahkan korban kekerasan (Foto: Homeboyz Radio)

KENYA - Tiga presenter radio Kenya dipecat setelah menyalahkan korban kekerasan perempuan yang diserang seorang pria.

Ketiganya diketahui sedang membahas kasus pengadilan seorang pria yang dituduh mendorong seorang wanita yang dia temui di Facebook dari jendela lantai 12 pada kencan pertama mereka.

Kemarahan menyebar di media sosial (medsos) ketika komentator menuduh pembawa acara menyalahkan korban.

Pihak berwenang Kenya mengatakan komentar itu mengagungkan kekerasan terhadap perempuan.

Debat radio mengenai kasus yang sedang berlangsung di pengadilan itu dilaporkan semakin memanas. Diketahui, perempuan bernama Eunice Wangari menuduh Moses Gatam Njoroge mendorongnya keluar jendela lantai 12 sebuah gedung pada kencan pertama mereka, karena menolak rayuan seksualnya. Dia mengaku tidak bersalah atas cedera tubuh yang menyedihkan dan kasus pengadilan sedang berlangsung.

Pada Rabu (24/3), pembawa acara radio Shaffie Weru membahas kesaksian saksi Wangari di acara Radio Lift-Off pagi Homeboyz.

(Baca juga: Polisi Borgol dan Caci Maki Bocah 5 Tahun, Suruh Ibunya Memukulinya)

"Kami sedang mengobrol tentang Eunice, wanita berusia 20 tahun yang tahun lalu, menemukan teman kencan di Facebook, pergi kencan pertama dan setelah itu menjadi tidak bisa bergerak, dia masih pincang karena tampaknya pria yang dia temukan di Facebook mengundang dia, mereka berkencan di lantai 12,” terangnya.

"Lalu coba tebak apa yang terjadi? Pria itu mencoba bergerak… Dia berkata 'yo aku tidak melakukan ini' dan kemudian pria itu mendorongnya ke lantai 12 dan sekarang dia lumpuh,” lanjutnya.

"Dan aku memanggil semua wanita ... kalian harus bermain keras untuk mendapatkannya,” ujarnya.

"Apakah menurut Anda wanita Kenya terlalu murahan, apakah mereka terlalu santai, terlalu rela, terlalu putus asa dan itulah mengapa mereka terjebak dalam situasi seperti itu?,” tanya pembawa acara Weru.

Klip itu dibagikan oleh warga Kenya yang marah dengan alasan bahwa Weru menyalahkan korban.

(Baca juga: 5.000 Orang Hadiri Konser Musik Perdana, Wajib Tes Negatif Covid-19, Pakai Masker, Tidak Jaga Jarak)

"Percakapan ini menyebalkan. Ini bukan cara saudara. Mempermalukan korban sama bodohnya dengan tindakan itu sendiri. Lakukan lebih baik," kata Bien-Aimé Baraza, penyanyi dari grup pop Kenya Sauti Sol.

Pada Kamis (25/3), seorang pengiklan utama menarik iklan mereka dari stasiun radio.

Perusahaan bir terkenal East African Breweries, yang mendapatkan penghargaan Guinness, mengatakan dalam pernyataannya bahwa pernyataan itu "tersirat untuk mendukung tindakan kekerasan gender terhadap perempuan".

Terkait gelombang kemarahan ini, presenter pun meminta maaf. Weru meminta maaf di Instagram pada Jumat (26/3) karena "mendorong budaya kekerasan terhadap perempuan yang sudah tidak dapat diterima".

Tetapi pada Sabtu (27/3), Radio Homeboyz memecat ketiga presenter.

Sementara itu, Otoritas Komunikasi Kenya mengatakan pada Minggu (28/3) bahwa program tersebut bersalah karena mengagungkan kekerasan seksual terhadap perempuan.

Pihak berwenang menangguhkan acara radio Lift-Off selama enam bulan dan mendenda stasiun tersebut sebesar USD9.100 (Rp131 juta).

Wartawan BBC Rhoda Odhiambo dari ibu kota Nairobi melaporkan komentar misoginis adalah hal biasa di gelombang udara Kenya. Namun ini menjadi pertama kalinya presenter dipecat akibat kasus itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini