Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Membawa Sepeda Non Lipat Naik MRT, Perhatikan Beberapa Hal Ini

MNC Portal , Jurnalis-Senin, 29 Maret 2021 |12:10 WIB
Membawa Sepeda Non Lipat Naik MRT, Perhatikan Beberapa Hal Ini
Sepeda masuk MRT.(Foto:MNC Portal)
A
A
A

JAKARTA - PT MRT Jakarta menyediakan akses sepeda non lipat yang tersedia di Stasiun Lebak Bulus Grab, Blok M BCA, dan Bundaran HI yang tersedia diluar jam sibuk. Fasilitas ini dibuka sejak 24 Maret 2021 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mencoba fasilitas tersebut.

"Uji coba akses sepeda non lipat akan dilakukan selama 3 bulan," ucap Humas PT MRT Jakarta mengutip akun Instagram @mrtjkt, Senin (29/3/2021).

Baca Juga: Sepeda Non Lipat Bisa Masuk MRT Jakarta, Keliling Ibu Kota Makin Menyenangkan

Berikut yang perlu diperhatikan ketika membawa sepeda non lipat naik MRT.

1. Akses sepeda non lipat dapat digunakan pada hari Senin sampai Jumat di luar jam sibuk 06.30 - 09.00 dan 16.30 - 19.00. Sedangkan Sabtu dan Minggu mengikuti jam operasional MRT.

2. Sepeda non lipat yang boleh masuk adalah sepeda reguler, dengan dimensi tidak melewati 200 centimeter x 55 centimeter dengan lebar ban maksimal 15 centimeter.

3. Pastikan selalu berhati-hati menggunakan ramp yang tersedia.

4. Ikuti rambu dan arahan petugas, serta letakkan sepeda pada rak yang tersedia di stasiun.

5. Gunakan kereta paling belakang dari arah datangnya kereta. Kapasitas maksimal 1 gerbong hanya 4 sepeda. Gunakan rangkaian kereta berikutnya apabila kapasitas telah terpenuhi.

6. Selalu jaga fasilitas yang ada, serta kenyamanan penumpang lain saat membawa sepeda di lingkungan MRT Jakarta.

Baca Juga: Dukung Gerakan Bersepeda, Mulai Pekan Depan Semua Jenis Sepeda Boleh Masuk MRT Gerbong Khusus

"Jangan lupa, berikan masukan agar MRT Jakarta dapat semakin meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi semua,"pungkasnya.

Adapun respon netizen di kolom komentar Instagram @mrtjkt sebagai berikut.

"Saran nih min, mending disediain rak/space khusus buat nyimpen sepeda. Diujung bagian gerbong (bangkunya diilangin), buat 4 sepeda doang paling butuh space dikit. Jadi ga ganggu penumpang lain, terus jamnya bebas jadi efektif buat pekerja yang mau ke kantor naik sepeda kombinasi MRT," celoteh akun Instagram @rizawicaksono di kolom komentar.

Lain halnya akun Instagram @sanmanosss "Berarti pedagang kopi yang naik sepeda auto naik MRT nih, seneng pasti," celetuknya pada kolom komentar.

"Saya sebagai pengguna MRT Jakarta menolak ide ini. Kebijakan yang sangat konyol dari seorang Gubernur." Ucap akun Instagram @erichferdy di kolom komentar.(Muhammad Refi Sandi)

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement