Kapolsek Sugapa: Beredarnya Informasi Masih Ada Pengungsi di Intan Jaya Adalah Hoax

Tim Okezone, Okezone · Senin 29 Maret 2021 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 340 2385758 kapolsek-sugapa-beredarnya-informasi-masih-ada-pengungsi-di-intan-jaya-adalah-hoax-xVCNPwyQYd.jpg (Foto: Dok Polsek Sugapa)

SUGAPA - Beredarnya informasi dari salah satu media di Papua beberapa waktu lalu bahwa masih ada pengungsi di Kabupaten Intan Jaya, mendapat tanggapan dan penjelasan dari Kepala Kepolisian Sektor Sugapa, Inspektur Dua Polisi Engel Mayor dan Ipda Ari Sandi (Kasat Binmas Polres Intan Jaya) Senin (29/3/2021).

Saat ditemui media, Kepala Kepolisian Sektor Sugapa Inspektur Dua Polisi Engel Mayor menyebut situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Intan Jaya dalam kurun waktu lebih dari sebulan terakhir sudah mulai kondusif karena warga sudah beraktivitas dengan aman, lancar dan tampak gangguan.

Baca Juga: Amnesty Tolak KKB Dijadikan Teroris, Usman Hamid: Tak Mengakhiri Pelanggaran HAM di Papua

Ipda Mayor yang didampingi Kasat Binmas Polres Intan Jaya Ipda Arisadi Tajoma mengakui beberapa waktu lalu tepatnya sekitar awal Februari, memang warga masyarakat Intan Jaya takut keluar rumah lantaran saat itu sering terjadi kontak tembak antara aparat keamanan (TNI dan Polri) dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Namun, seiring dengan situasi dan keamanan yang semakin kondusif saat ini, katanya, aktivitas warga Intan Jaya mulai hidup kembali.

"Kegiatan masyarakat di Intan Jaya saat ini berjalan normal, termasuk anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA sudah beramai-ramai kembali belajar ke sekolah," kata Ipda Mayor saat ditemui media.

Kapolsek Sugapa membantah pemberitaan yang menyebutkan ada ribuan warga di wilayah itu yang sempat mengungsi ke gereja beberapa waktu lalu saat situasi di kampung halaman mereka tidak aman.

"Memang beberapa bulan lalu ada kejadian di daerah Bilorai Umbalakupa. Masyarakat yang ada di situ pergi mengamankan diri di Gereja Katolik Paroki Santo Michael Bilogai sesuai arahan pemerintah daerah yaitu apabila terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan KKB maka warga harus mengamankan diri di tempat yang netral yaitu di gereja," jelasnya.

Baca Juga: Prajurit TNI Gagalkan Penyelundupan Suku Cadang Senjata & Amunisi Diduga untuk KKB

Kapolsek Sugapa menegaskan warga hanya mengamankan diri di lingkungan gereja selama beberapa hari dan tidak benar ada eksodus pengungsi besar-besaran dari Intan Jaya ke Nabire, Timika dan daerah lainnya di Papua.

"Warga mengamankan diri ke gereja karena rasa takut, bukan mengungsi. Kalau dikatakan mereka mengungsi, saya rasa itu tidak benar," kata Ipda Mayor.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini