Menlu dan Menhan Brasil Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 30 Maret 2021 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 18 2386604 menlu-dan-menhan-brasil-mengundurkan-diri-di-tengah-krisis-covid-19-iQhcYzFbjH.jpg Presiden Brasil Jair Bolsonaro banyak menerima kritik karena penanganan pemerintahannnya terkait pandemi Covid-19. (Foto: Reuters)

BRASILIA - Dua anggota kunci kabinet Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah mengundurkan diri pada Senin (29/3/2021). Menteri Pertahanan Fernando Azevedo e Silva tidak memberikan alasan untuk mundur, sementara Menteri Luar Negeri Ernesto Araujo menghadapi reaksi keras dari parlemen.

Beberapa jam setelah pengunduran diri Araujo dilaporkan di media, Azevedo e Silva mengumumkan bahwa dia akan mengundurkan diri "mengetahui misi telah selesai" dan berterima kasih kepada Bolsonaro atas kesempatan untuk melayani.

BACA JUGA: Brasil Catat Lebih dari 100 Ribu Kasus Covid-19 dalam 24 Jam

Sementara pengunduran diri Azevedo agak mengejutkan, pengunduran diri Araujo lebih atau kurang diharapkan, setelah para pemimpin dari kedua kamar Kongres Nasional Brasil mengkritiknya karena gagal mendapatkan vaksin melawan virus corona untuk sekira 200 juta warga Brasil.

Pria berusia 53 tahun ini telah menjadi pejabat karier di kementerian luar negeri, yang dikenal sebagai Itamaraty, sejak 1991. Dia mengepalai Departemen Urusan Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Inter-Amerika, dan bertugas di kedutaan besar Brasil di Ottawa dan Washington, DC sebelum menjadi menteri luar negeri pada 2018.

Pada Sabtu (27/3/2021), lebih dari 300 diplomat menerbitkan surat terbuka yang menuduh Araujo menyebabkan "kerusakan serius" pada citra internasional Brasil. Salah satu diplomat, yang berbicara dengan surat kabar Folha de Sao Paulo tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa Araujo pernah dianggap sebagai "orang gila eksentrik" tetapi sekarang menjadi "karakter jahat, penjahat" karena penanganannya terhadap pandemi.

BACA JUGA: Brasil Catat 2.724 Kematian Covid-19, Tertinggi Kedua Setelah AS

"Brasil tidak bisa terus menunjukkan wajah anak nakal kepada dunia," kata Senator Katia Abreu dari partai oposisi Progresif, Minggu (28/3/2021).

“Satu hal yang pasti, dia adalah menteri luar negeri terburuk yang pernah dimiliki Brasil,” kata Celso Amorim, yang bertugas di pos di bawah Presiden Lula da Silva - antara 2003 dan 2011, mengatakan kepada Guardian.

Araujo telah dikritik karena tidak merundingkan kesepakatan untuk vaksin melawan Covid-19, tetapi juga karena berbicara positif tentang mantan Presiden AS Donald Trump, "menyerang" China, dan menentang inisiatif COVAX Organisasi Kesehatan Dunia sebagai "globalis."

Brasil telah membantu melakukan uji klinis untuk vaksin Oxford-AstraZeneca. Awal bulan ini, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS mengakui telah bekerja untuk "membujuk Brasil agar menolak vaksin COVID-19 Rusia," Sputnik V.

Pengunduran diri Araujo dan Azevedo e Silva terjadi di saat jumlah kematian harian Brasil dari Covid-19 melebihi 3.000 dan jumlah total kematian yang dikaitkan dengan virus tersebut lebih dari 310.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini