Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Doni Monardo Minta Kaltara Antisipasi Penularan Covid-19 lewat Lintas Batas Negara

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Rabu, 31 Maret 2021 |04:30 WIB
Doni Monardo Minta Kaltara Antisipasi Penularan Covid-19 lewat Lintas Batas Negara
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (Foto : Humas BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo meminta Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan antisipasi penuh dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus corona dari aktivitas keluar-masuk Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) melalui lintas batas negara di wilayah Kabupaten Nunukan dan pintu perbatasan lainnya di Kalimantan Utara.

Hal itu disampaikan Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan di Nunukan, Kalimantan Utara pada Selasa (30/3/2021). Menurut Doni, adanya mobilitas penduduk, baik WNI maupun WNA tersebut sangat berpotensi menjadi penyebab meningkatkan angka kasus Covid-19 apabila tidak ada penanganan khusus wilayah perbatasan, sebagaimana anjuran Pemerintah Indonesia demi memutus mata rantai penularan virus SARS-CoV-2.

"Kita harus antisipasi. Kita harus waspada" ujar Doni melalui siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (31/3/2021).

Dia menerangkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, data WNI dan WNA yang tiba di Tanah Air melalui jalur resmi bandara Soekarno-Hatta di Tangerang sejak akhir Desember 2020 hingga 26 Maret 2021, ada 614 orang dari total 1.974 yang dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melalui dua kali Test PCR oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Padahal, sebelumnya mereka telah mengantongi surat negatif swab dari negara asal.

Baca Juga : Diprediksi 11% Masyarakat Nekat Mudik, Doni Monardo: Kita Tidak Boleh Lengah

"Sampai hari ini, mereka yang dinyatakan positif dari luar negeri setelah melalui dua kali swab PCR ada 614 orang yang positif COVID-19. Padahal mereka yang tiba ini membawa dokumen hasil swab negatif," tuturnya.

Melihat dari fenomena tersebut, tambahnya, tidak menutup kemungkinan potensi penularan virus SARS-CoV-2 dapat lebih banyak terjadi di lintas batas seperti yang ada di Kaltara. Terlebih menurut laporan dan sudah menjadi rahasia umum bahwa masih banyak pintu masuk ilegal atau yang lebih dikenal dengan ‘jalur tikus’ di wilayah Kaltara, yang tentunya hal itu juga menjadi poin penting untuk segera diantisipasi guna menekan angka kasus Covid-19.

Baca Juga : Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 Selesai dalam Setahun

"Sebab, penularan Covid-19 yang dibawa WNI dan WNA tersebut dapat berakibat fatal apabila berdampak langsung kepada para kelompok rentan dan bagi penderita komorbid atau penyakit penyerta yang ada di rumah," katanya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement