Prancis Kembali Lockdown, Sekolah Ditutup Tiga Minggu

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 01 April 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 18 2387831 prancis-kembali-lockdown-sekolah-ditutup-tiga-minggu-RHT4FolwFB.jpg Presiden Prancis Emmanuel Macron saat pidato di televisi (Foto: BBC)

PRANCIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis akan menutup sekolah-sekolah selama tiga pekan bersamaan dengan pembatasan kegiatan masyarakat secara nasional untuk mengatasi kasus Covid-19 yang kembali melonjak.

Macron mengatakan mulai pekan depan semua sekolah harus menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dalam siaran televisi secara langsung pada Rabu (31/3) waktu setempat, Macron menggambarkan situasi di Prancis saat ini "sensitif" dan bulan April ini akan menjadi masa menentukan.

"Kita akan kehilangan kendali bila tidak bergerak sekarang," terangnya.

Pemimpin berusia 43 tahun itu mengatakan pemerintah tengah mengupayakan percepatan vaksinasi sekaligus berupaya mencegah meluasnya infeksi virus.

(Baca juga: Dunia Kehilangan Hutan Seukuran Negara Belanda)

Walau sekolah-sekolah tutup mulai pekan depan, kelas tetap terbuka bagi anak-anak pekerja di sektor kunci.

Menurut Macron, langkah-langkah pembatasan yang telah diterapkan di 19 distrik awal Maret lalu - termasuk menutup kegiatan bisnis non-esensial, larangan bepergian lebih dari 10 km dari rumah dan tidak boleh pergi ke luar kota tanpa alasan yang kuat - akan diberlakukan secara nasional.

"Semua orang harus membatasi kontak dengan orang lain," katanya.

Presiden Macron menyatakan bahwa "ujung dari lorong" akan terlihat bila masyarakat mematuhi langkah-langkah pencegahan dari pihak berwenang.

Kebijakan lockdown itu sebetulnya sudah diberlakukan di beberapa tempat di Prancis awal Maret lalu, namun kini diperluas ke wilayah-wilayah lain.

(Baca juga: Tengkorak Dinosaurus Bernama "Yang Menakutkan" Ditemukan)

Semua toko yang non-esensial (tidak melayani kebutuhan pokok) harus tutup mulai Sabtu waktu setempat (2/4) dan akan ada larangan bepergian lebih dari 10 km dari rumah tanpa ada alasan yang kuat.

Lebih dari 5.000 orang dirawat secara intensif di rumah-rumah sakit di Prancis saat ini terkait pandemi.

Pada Rabu (31/3), kementerian kesehatan mengungkapkan 59.038 kasus baru. Hingga kini terdapat lebih dari 4,6 juta kasus penularan dan 95.495 kematian akibat Covid-19 di Prancis.

Pihak berwenang tetap memberlakukan jam malam mulai pukul 19.00 dan warga kembali diminta bekerja dari rumah.

Sementara itu, kantor perdana menteri mengatakan parlemen akan membahas kebijakan terkini pemerintah itu sebelum digelar pemungutan suara (voting).

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini