Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PBNU: Kekeliruan soal Jihad Harus Dihentikan dan Tak Boleh Lagi Disebarkan

Felldy Utama , Jurnalis-Jum'at, 02 April 2021 |05:59 WIB
PBNU: Kekeliruan soal Jihad Harus Dihentikan dan Tak Boleh Lagi Disebarkan
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menilai adanya pemahaman yang keliru terkait aksi kejahatan terorisme di Indonesia sebagai bentuk jihad.

Robikin sebelumnya menampik pemahaman yang menganggap Indonesia sebagai negara kafir atau Darul Kufur. Menurutnya, pemahaman itu sangatlah keliru. Mengingat, Indonesia sebagai negara damai atau Darussalam.

"Kekeliruan yang lain adalah dalam memahami jihad," kata Robikin dalam sebuah potongan video yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (1/4/2021).

Robikin pun menjelaskan, jihad yang sebenarnya perlu dilakukan dalam negara damai atau Darussalam tersebut. Pertama, adalah ikhtiar atau sungguh-sungguh dalam mengendalikan hawa nafsu agar tidak melakukan hal yang destruktif yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Jihad selain itu juga berikhtiar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sekaligus berjuang agar masyarakat bangsa menikmati kesejahteraannya berbagai bidang termasuk bidang ekonomi.

"Kenapa? karena ilmu pengetahuan dan teknologi udah maju, perekonomian, kesejahteraan juga sudah meningkat, maka dua aspek itu akan menjadi pilar bangunan peradaban yang kokoh yang agung yang luhur, itu lah sebetulnya perintah agama," ujar dia.

Dia pun menanggapi fenomena adanya anak muda yang melakukan aksi teror dengan mengatasnamakan agama. Dia menyebut, pemahamannya untuk melakukan hal tersebut merupakan kekeliruan dalam memahami pesan-pesan agama.

Agama islam dan tentu juga agama lainnya, kata dia, tidak ada yang mengajarkan kekerasan, apalagi teror. Menurutnya, kekerasan pada keluarga sendiri saja tidak diperbolehkan, apalagi terhadap orang lain.

"Islam adalah agama cinta kasih, bisa juga disebut sebagai agama kemanusiaan yang cita-cita luhurnya adalah mewujudkan peradaban. Kekeliruan ini harus diluruskan dan tidak boleh terus menerus disebarkan," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement