JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya melakukan penganan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), secara cepat. Pasalnya, saat ini jumlah korban terus bertambah.
Jajaran yang diperintahkan untuk menangani bencana di dua provinsi tersebut antara lain Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Henri Alfiandi.
Baca juga: Curah Hujan Ekstrim, Presiden Jokowi Minta Waspada Banjir dan Longsor
Selain itu, perintah juga ditujukan ke Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Saya perintahkan Kepala BNPB, Basarnas, Mensos, Menkes, Menteri PUPR serta Panglima dan Kapolri untuk melakukan secara cepat evakuasi dan penanganan korban serta dampak bencana," ucap Jokowi, Senin (5/4/2021).
Kepala Negara memerintahkan kepada jajarannya untuk menangani bencana ini secara cepat. Misalnya seperti penyediaan bantuan pelayanan kesehatan, ketersediaan logistic dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi serta perbaikan infrastruktur.
Baca juga: Jokowi Minta Penanganan Bencana di NTT & NTB Dilakukan secara Cepat
"Saya mengimbau masyararakat untuk mengikuti arahan prtugas di lapangan dan selalu meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dan longsor karena meningkatnya curah hujan ysng ekstrem," tutur Jokowi.
Sebelumnya dilaporkan jumlah korban tewas skibat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT mencapai 50 orang lebih. Sedangkan puluhan lainnya hilang.
Banjir bandang melanda empat desa di tiga kecamatan Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur.
Wilayah terdampak antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.
Di samping korban jiwa, banjir bandang berakibat pada 5 jembatan putus dan puluhan rumah warga tertimbun lumpur, seperti di Desa Nelelamadike, dan puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat.
Berdasarkan laporan BPBD, insiden banjir bandang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Banjir yang melanda beberapa wilayah di tiga kecamatan terjadi pada Minggu (4/4/2021) dini hari sekitar pukul 01.00 waktu setempat atau Wita.
(Qur'anul Hidayat)