Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir di Nusa Tenggara Timur, Bencana Terbesar dalam 10 Tahun: 68 Meninggal, Ribuan Orang Mengungsi

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 06 April 2021 |07:43 WIB
Banjir di Nusa Tenggara Timur, Bencana Terbesar dalam 10 Tahun: 68 Meninggal, Ribuan Orang Mengungsi
Banjir bandang di Nusa Tenggara Timur.(Foto:BBC)
A
A
A

JAKARTA - Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai Senin (5/4/2021) banjir bandang dan longsor yang melanda Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan setidaknya 68 orang meninggal dan 14 orang lainnya masih dalam pencarian.

Sementara di Kabupaten Lembata hingga Senin (5/4/2021) pukul 14.00 WIB, banjir bandang menewaskan 11 warga dan 16 lainnya hilang.

Situs Basarnas menyebutkan, tim SAR gabungan pada hari kedua mengevakuasi puluhan jenazah di Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Baca Juga: Sejumlah Wilayah di NTT Masih Terisolasi Akibat Banjir Bandang

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, angka-angka itu masih akan terus berkembang.

Sejauh ini, setidaknya 2,600 orang terdampak bencana banjir terbesar dalam 10 tahun ini. Data dari BNPB menunjukkan bencana besar terakhir di NTT terjadi di Timor Tengah Selatan pada November 2010 dengan korban jiwa 31 orang. Sementara di Timor Leste, setidaknya 21 orang meninggal akibat banjir, sebagian besar korban di ibu kota Dili.

Baca Juga: Banjir NTT, DPR: Ini Bencana Besar, Butuh Fokus Kita Semua!

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyatakan, telah memerintahkan Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, Panglima TNI dan Kapolri untuk segera melakukan evakuasi dan menangani korban bencana di lapangan.

"Selain itu, segera melaksanakan penanganan dampak bencana yang diperlukan," kata Jokowi yang disiarkan dalam akunnya di Twitter, seraya menyatakan dukacita yang mendalam atas korban meninggal dunia dalam musibah tersebut atas nama pribadi dan rakyat Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement