Korban Meninggal Akibat Covid-19 Capai Rekor Tertinggi

Agregasi VOA, · Senin 12 April 2021 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 18 2393235 korban-meninggal-akibat-covid-19-capai-rekor-tertinggi-qMwPzYvb3v.jpg Korban meninggal akibat Covid-19 capai rekor tertinggi (Foto: AP)

BRASIL Brasil mencatat korban meninggal akibat Covid-19 capai rekor tertinggi yakni sekitar 350.000 dari 2,9 juta kematian. Jumlah ini membuat Brasil berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat (AS) yang jumlah korbannya lebih dari 560.000.

April menjadi bulan paling suram bagi Brasil pada masa pandemi Covid-19, terlebih rumah sakit yang terus berjuang menampung banyak pasien. Sepertinya tidak ada tanda-tanda akan terselesaikannya program vaksinasi bermasalah di negara Amerika Latin yang terbesar itu.

Kementerian Kesehatan diketahui sudah tiga kali mengurangi perkiraan pasokan vaksin Covid-19 pada April lalu, menjadi setengah dari perkiraan awal. Dua laboratorium terbesar negara itu menghadapi kendala pasokan.

(Baca juga: Tercepat di Dunia, India Salurkan 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dalam 85 Hari)

Penundaan vaksinasi itu juga berarti puluhan ribu kematian lebih banyak akibat virus corona jenis baru yang sangat menular melanda Brasil.

Menurut Institut Metrik Kesehatan dan Evaluasi Universitas Washington, korban meninggal diperkirakan terus meningkat dalam dua minggu ke depan menjadi rata-rata hampir 3.500 per hari, sebelum menurun.

Pakar kesehatan masyarakat Brasil menyalahkan Presiden Jair Bolsonaro karena menolak pemberlakuan langkah ketat untuk mencegah penularan dan terlibat bentrok dengan para gubernur serta walikota yang memberlakukan pembatasan.

(Baca juga: Kim Jong-un Eksekusi Menterinya karena Tak Cukup Terapkan Pendidikan Jarak Jauh)

Kegagalan untuk mengendalikan penyebaran virus diperparah oleh Departemen Kesehatan yang mengandalkan satu vaksin saja, AstraZeneca, kemudian hanya membeli satu vaksin cadangan, CoronaVac buatan China setelah masalah persediaan vaksin muncul. Pihak berwenang mengabaikan produsen lain dan menyia-nyiakan peluang sehingga terlambat memperoleh vaksin dalam jumlah besar untuk paruh pertama 2021.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini