Ketua RT di NTT Selamatkan Warganya dari Banjir Bandang Berkat Siskamling

Avirista Midaada, Okezone · Senin 12 April 2021 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 340 2393016 ketua-rt-di-ntt-selamatkan-warganya-dari-banjir-bandang-berkat-siskamling-Uxif1CkH7L.jpg Banjir Bandang NTT (Foto : Antara)

MALANG - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menceritakan ketua RT di Nusa Tenggara Timur (NTT) selamatkan puluhan warganya dari banjir bandang.

"Seorang ketua RT, dini hari membangunkan semua warganya agar mengungsi ke tempat lebih tinggi. Apa yang terjadi? Ketika banjir bandang menerjang RT mereka, maka semuanya selamat, tidak ada korban. Dibutuhkan kerelaan warga untuk membantu, menjadi petugas siskamling," ucap Doni Monardo di sela - sela kunjungannya memantau lokasi gempa di Ampelgading, Kabupaten Malang, pada Minggu sore (11/4/2021).

Menurut, Doni sistem siskamling di malam hari perlu digalakkan warga untuk mengantisipasi adanya hal - hal yang tidak diinginkan, seperti bencana alam yang datang pada malam hari.

"Kalau bencana itu terjadi di siang hari masyarakat mungkin bakal lebih siap, tapi kalau malam hari dengan posisi tertidur beristirahat, itu yang bakal rawan potensi korban jiwa," sebut Doni.

Maka piket malam dengan sistem siskamling dikatakan, Doni ampuh meminimalisir adanya korban jiwa saat bencana terjadi malam hari. "Diharapkan ada piket seperti siskamling, setiap malam warga berjaga untuk antisipasi risiko yang muncul. Apakah curah hujan yang tinggi, atau mungkin gempa yang besar. Dengan adanya piket ini, akan bisa menyelamatkan banyak jiwa. Contoh sudah banyak, beberapa daerah apakah itu di Sulawesi, termasuk di NTT tadi," papar dia.

Namun upaya pencegahan dini justru harus diajarkan ke masyarakat, misalnya di beberapa daerah menggunakan kearifan lokal menyiapkan kaleng di tempat tidurnya. Jadi bila ada getaran gempa maka kaleng itu akan jatuh dan menjadikan alarm alam bagi warga.

Baca Juga : Pemkot Yogyakarta Izinkan Kampung Ramadhan Digelar, Disarankan Drive Thru 

"Sehingga tdiak perlu harus menunggu pemberitahuan dari pemerintah dan juga dari desa atau RT RW. Begitu terasa goyangan gempa 20 detik lebih langsung menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Tanpa menunggu pemberitahuan dari desa," tandasnya.

Sebagai informasi banjir bandang yang menerjang NTT pada Minggu 4 April 2021 lalu terjadi pada pukul 01.00 WITA dini hari. Banjir bandang terjadi saat warga tengah beristirahat, hal ini menyebabkan banyaknya korban jiwa hingga mencapai 177 orang yang meninggal dan 45 orang dinyatakan masih hilang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini