Wagub NTT Tegaskan Tak Ada Lagi Desa Terisolasi

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 12 April 2021 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 340 2393535 wagub-ntt-tegaskan-tak-ada-lagi-desa-terisolasi-iuvDopiGnL.jpg (Foto : BNPB)

JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi menegaskan, saat ini sudah tidak ada lagi desa yang terisolasi dampak bencana yang diakibatkan siklon tropis seroja di NTT.

“Hal lain yang perlu saya informasikan, semua desa yang terdampak bencana sudah dijangkau oleh Satgas bencana siklon tropis seroja. Jadi tidak ada lagi desa yang terisolir. Tidak ada lagi desa yang terisolir, dan tidak ada lagi desa yang tidak bisa terjangkau oleh Satgas,” kata Josef Nai dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana di NTT secara virtual, Senin (12/4/2021).

Namun, Josef mengatakan, memang ada beberapa jembatan terputus. Sehingga, proses evakuasi serta pengiriman bantuan logistik kepada masyarakat terhambat.

“Memang ada beberapa tempat, jembatan itu putus. Cuma putus ini akibatnya di salah satu desa itu pasti terhambat,” katanya.

Namun, kata Josef Nai, sudah ada alternatif yang dilaksanakan dalam proses distribusi logistik ini yakni melalui jalur udara, juga laut. Jalur udara dari beberapa helikopter yang dikirimkan oleh BNPB, juga KRI yang dikirimkan TNI AL. Juga bantuan dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP).

Baca Juga : Update Korban Bencana NTT: 179 Orang Meninggal, 46 Masih Hilang

“Untuk mencegah itu maka kita menggunakan alternatif. Alternatif pertama yakni melalui udara. Alternatif kedua adalah melalui kapal laut. Kita memiliki KRI yang dibantu oleh Panglima TNI. Kita memiliki kapal dari ASDP,” jelas Josef Nai.

Karena itu, kata Josef Nai, bantuan telah didistribusikan ke tempat-tempat yang membutuhkan. “Sehingga, bantuan-bantuan yang didatangkan ke Posko itu langsung didistribusikan ke tempat-tempat yang sangat membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga : TNI AL Tambah Satu KRI Bawa Bantuan 700 Ton Logistik Menuju NTT

Bahkan, Josef Nai mengatakan pihaknya memberikan ultimatum kepada daerah bahwa bantuan tidak boleh lebih dari 5 jam menumpuk di gudang. “Jadi, kami sudah memberikan ultimatum kepada daerah, tidak boleh lebih dari 5 jam menumpuk, harus didistribusikan semuanya, tidak boleh ada penumpukan di gudang,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini