Polda Jatim Musnahkan 53 Kg Sabu dan 31.836 Butir Ekstasi

Lukman Hakim, Koran SI · Senin 12 April 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 519 2393228 jelang-ramadan-polda-jatim-musnahkan-53-kg-sabu-dan-31-836-butir-ekstasi-DxsuGwMlGa.jpg Pemusnahan narkoba di Mapolda jatim (Foto : Sindo/Lukman)

SURABAYA – Polda Jawa Timur (Jatim) pada Senin (12/4/2021) menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti kasus narkoba di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani. Setidaknya, ada sebanyak 53 kilogram (kg) sabu, 1,8 kg kokain, 7 kg ganja, 31.836 butir pil ekstasi dan 281.725 butir pil daftar G dan 142 gram tembakau gorila dimusnahkan dalam kegiatan ini.

Jumlah kasus dari pemusnahan barang bukti itu sebanyak 1.800 kasus dan melibatkan 2.205 tersangka. Rinciannya, dari Polda Jatim sebanyak 190 kasus dengan 223 tersangka. Sementara dari Polres jajaran Polda Jatim sebanyak 1.610 kasus dengan 1.982 tersangka. Barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan hasil ungkap kasus mulai Januari hingga Maret 2021.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, pemusnahan barang bukti kasus narkoba ini merupakan wujud dari sinergitas antara Polri, TNI dan stake holder dan juga tokoh agama dalam memerangi narkoba.

“Perang narkoba menjadi perang kita bersama. Mari kita tingkatkan sinergitas, karena narkoba musuh kita bersama. Musnahkan narkoba dari Jatim,” katanya di Mapolda Jatim, Senin (12/4/2021).

Dia menambahkan, dari 1.800 kasus narkoba, sekitar 15 kasus diantaranya terjadi di pondok pesantren (ponpes). Pihaknya mengakui bahwa jumlah peredaran narkoba di ponpes kurang dari 1% dari total kasus. Namun, pihaknya berupaya agar tidak ada lagi peredaran narkoba di tempat pendidikan keagamaan tersebut. “Justru (kasus narkoba di ponpes) kami dapat informasi dari pimpinan pesantren. Mereka meminta kami menindak secara tegas siapapun yang memasukkan narkoba ke pesantren,” tandas Nico.

Baca Juga : Djoko Tjandra Ajukan Banding Atas Vonis 4,5 Tahun Terkait Suap Pengurusan Fatwa MA

Di sisi lain jenderal bintang dua ini menambahkan, agar momentum ramadan bisa tertib dan tidak ada kasus kejahatan, pihaknya tengah menyiapkan operasi cipta kondisi. Operasi ini secara khusus memantua peredaran narkoba dan juga minuman keras. Utamanya di tempat-tempat yang tidak mengantongi izin. “Kami juga melibatkan tokoh agama dan juga pondok pesantren dalam memerangi miras. Mari perkuat iman kita dan perangi narkoba,” tandasnya.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Bumi Salawat di Sidoarjo, KH Agoes Ali Mashuri mengatakan, pemusnahan barang bukti ini merupakan komitmen Polda Jatim dalam memerangi narkoba, miras dan lain sebagainya. “Kita semua bersepakat memerangi narkoba. Pemerintah juga berkomitmen untuk melindungi warganya dari bahaya narkoba. Sehingga, semua (umat muslim) bisa berpuasa dengan baik,” ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini