Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Curhat Warsono: Kemarin Gagal Panen, Sekarang Rumah Roboh Kena Gempa

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 12 April 2021 |15:33 WIB
Curhat Warsono: Kemarin Gagal Panen, Sekarang Rumah Roboh Kena Gempa
Warsono saat membereskan rumah (Foto: Avirista/Okezone)
A
A
A

MALANG - Warsono hanya bisa pasrah melihat rumahnya roboh terkena gempa. Wilayah tinggalnya di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur menjadi daerah terparah terdampak gempa berkekuatan magnitudo 6,1 SR.

Sambil memunguti barang - barang yang masih bisa diselamatkan Warsono, petani berusia 67 tahun ini bercerita keluh kesahnya menjelang Ramadan tiba. Rumah yang ditinggali sudah tak bisa ditempati lagi, kerusakan hampir menyentuh 80 persen.

Hanya bagian tembok samping kiri kanannya saja yang masih tersisa itu pun dengan retakan yang begitu tampak. Alhasil ia bersama tetangganya yang juga mengalami kerusakan cukup parah, terpaksa tidur di terpal yang didirikan di halaman belakang pekarangan rumah.

"Tidurnya di sini kalau malam. Nggak berani tidur dekat dengan bangunan, takut kalau pas roboh ada gempa lagi," ungkapnya.

Menurutnya, menjelang puasa Ramadan kali ini adalah hari - hari yang terberat bagi dirinya dan istri. Selain rumahnya yang habis roboh terdampak gempa, Warsono harus merasakan gagal panen kopi di kebunnya.

"Nelongso, nelongso mas. Kemarin kopi panennya nggak hasil. Sekarang ketambahan kayak gini. Sudah habis nggak punya apa - apa. Biasanya panen 7 - 8 kwintal,kemarin nggak hasil," ucap Warsono ditemui okezone.

Baca Juga: Usai Gempa, Banyak Warga Malang Tetap Pilih Tinggal di Rumah

Ia pun kini mengaku tidak punya apa - apa dan menunggu bantuan dari beberapa pihak yang datang. Disebutkannya, Warsono sudah tak sanggup lagi membangun rumahnya sendiri. Selain tenaganya yang sudah mulai terkuras akibat usia, ia kini tak memiliki apa - apa.

"Sampun mboten kagengan nopo - nopo mas (sudah tidak punya apa - apa). Namung wonten pajeng niku mawon mangke ingkang damel dandan griyo (hanya punya kayu itu saja, untuk bahan memperbaiki rumah). Motor setunggal niki nggeh rusak kerubuhan griyo (motor satu - satunya juga rusak kerobohan rumah)," kata Warsono, sambil menunjukkan kayu - kayu yang sedianya memang digunakan memperbaiki rumah menjelang lebaran.

Dengan dibantu oleh tetangga - tetangga, personel TNI dan polisi, Warsono membersihkan puing - puing rumahnya sambil berharap ada benda berharga yang masih tersisa dan dapat dimanfaatkan kembali. Meski demikian ia bersyukur dirinya dan istri bisa selamat dari gempa dengan guncangan cukup kuat yang terjadi pada Sabtu siang 10 April 2021 lalu.

"Alhamdulillah tasik selamet kulo kaleh ibu (Alhamdulillah masih selamat saya dan istri)," kata warga RT 11 RW 3 Dusun Sukodadi, Desa Wirotaman ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement