Prostitusi Madiun Terbongkar, Wanita Penjaja Seks Ditangkap saat Menunggu Pelanggan di Hotel

Agregasi Solopos, · Selasa 13 April 2021 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 519 2393638 prostitusi-madiun-terbongkar-wanita-penjaja-seks-ditangkap-saat-menunggu-pelanggan-di-hotel-Cmaztj3SWS.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

MADIUN - Dua kasus prostitusi di Madiun, Jawa Timur berhasil diungkap kepolisian selama Operasi Pekat Semeru 2021. Seorang muncikari dan wanita penjaja seks ditangkap.

Kasus prostitusi tersebut berada di dua lokasi berbeda. Satu kasus diungkap sebuah hotel yang ada di Jalan Raya Madiun-Ponorogo, Desa Kaibon, Kecamatan Geger. Sedangkan satu kasus lainnya diungkap di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan.

Baca Juga:  2 Muncikari Prostitusi Online Ditangkap di Apartemen Bogor

Kapolres Madiun, AKBP Bagoes Wibisono, mengatakan untuk dua tersangka dalam dua kasus prostitusi ini adalah seorang wanita berinisial SF yang merupakan wanita penjaja seks. Serta seorang pria berinisial SW yang merupakan seorang muncikari.

Tersangka berinisial SF ini ditangkap di sebuah hotel di Desa Kaibon. Saat itu, SF sedang menunggu pelanggan yang telah booking online (BO) melalui media sosial. Saat menangkap SF ini, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa kaos lengan pendek warna hijau, dan celana panjang. Lalu satu unit handphone merek Vivo warna biru, uang tunai Rp900.000, baju lengan pendek warna putih, serta dua buah spri warna putih.

Sedangkan untuk tersangka SW yang merupakan seorang muncikari menawarkan layanan plus-plus berkedok warung kopi. SW menawarkan layanan plus-plus kepada pelanggan yang datang ke warung kopinya.

“Dari tangan tersangka ini, kami menyita sejumlah barang bukti seperti uang tunai Rp200.000. KTP pelanggan, sprei, dan KTP tersangka,” kata dia kepada wartawan saat rilis pengungkapan kasus selama Operasi Pekat Semeru di Mapolres Madiun, Senin (12/4/2021).

Prostitusi Madiun

Bagoes menuturkan kedua tersangka itu akan dijerat Pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP. Dalam Pasal 296 yang berbunyi barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

Sedangkan dalam Pasal 506 KUHP berbunyi barang siapa sebagai muncikari mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan diancam dengan hukuman penjara maksimal satu tahun.

Baca Juga:  Razia Salon Plus-Plus, Kondom dan Sejumlah Wanita Muda Diamankan Petugas

Lebih lanjut, kapolres menyampaikan selama Operasi Pekat Semeru ini juga menangkap empat orang dalam empat kasus perjudian togel. Empat tersangka yang ditangkap yakni Jangkung, Udin Erianto, Lubih Hariyanto, dan Hari Firmansyah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini