Buat Konten Polisi Menunggak Pajak, 2 Youtuber Ini Divonis 8 Bulan Penjara

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Selasa 13 April 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 608 2394041 buat-konten-polisi-menunggak-pajak-2-youtuber-ini-divonis-8-bulan-penjara-qkBEh2pkot.jpg Foto: iNews

MEDAN - Dua Youtuber di Kota Medan yakni Joniar M Nainggolan dan Benni Eduward Hasibuan divonis 8 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Selasa (13/4/2021). Keduanya terdakwa terbukti mencemarkan nama baik instituasi kepolisian, dengan mengunggah konten video soal oknum polisi menunggak pajak kendaraan

Keduanya dinilai melakukan pencemaran nama baik dan menyebarkan informasi hoaks terhadap oknum polisi melalui video Youtube.

Dalam persidangan tersebut, majelis hakim yang diketuai Ahmad Sumardi mengatakan, dua terdakwa telah melanggar Pasal 45 Ayat 3 dari UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dalam dakwaan alternatif kedua.

Baca juga: Video Hoaks Penembakan Gus Idris Naik Penyidikan, Sejumlah Saksi Bakal Dipanggil

Para terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menurut hukum, melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik. 

Dalam dakwaannya, kedua terdakwa melihat aktivitas di seputaran Samsat Putri Hijau Medan. Setibanya di sana, kedua mengecek pajak kendaraan mobil yang terparkir di sana menggunakan pengecekan kartu provider.

Mereka menemukan beberapa kendaraan polisi menunggak pajak, bahkan ada beberapa kendaraan yang mereka temukan tidak memiliki data lengkap atau diduga bodong.

Baca juga: Kapolsek Sugapa: Beredarnya Informasi Masih Ada Pengungsi di Intan Jaya Adalah Hoax

Melihat situasi itu, keduanya melakukan live Youtube menggunakan akun Youtube Joniar News Pekan.

Menanggapi putusan majelis hakim, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Medan dan penasehat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk banding.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini