JAKARTA - Dalam babad Tanah Jawi diceritakan, ketika Raden Patah meninggal di makamkan di sebelah kiri masjid Demak,Jawa Tengah. Di situ juga makam Raden Patiunus, Sultan Demak II (1518-1521), makam Raden Trenggana, Sultan Demak III (1521-1546) dan anggota keluara kerajaan lannya.
Di samping itu, terdapat juga museum yang mencatat perjalanan Mesjid Agung Demak, seperti 4 saka guru Asli, dan juga situs sumur air keramat.
Mesjid yang konon didirikan oleh Raden Patah pada abad ke 15 Masehi, tepatnya 1477 itu hingga kini masih berdiri kokoh, meskipun sudah dilakukan berbagai perbaikan disana-sini, mengingat usianya yang sudah 5 abad. Apalagi jika diingat semua hal masih berfungsi normal, termasuk sholat lima waktu yang masih terus di lakukan di Mesjid Agung Demak ini.
Bangunan Mesjid Agung Demak yang berjarak 26 km dari kota Semarang, dan 26 km dari kota Kudus ini, terdiri dari serambi Mesjid dan Bangunan induk Mesjid.
Bangunan Serambi yang terletak pada bagian depan, atapnya berbentuk limas, tanpa dinding, atau bangunan terbuka, dan ditopang dengan delapan buah tiang yang disebut dengan saka majapahit.