Saat proses penyeldikan, Agom bertemu dengan penumpang yang menaruh sabu-sabu dibecaknya. Ia pun langsung melaporkan ke petugas mengenai oknum yang menjebaknya itu.
Suasana makin memanas ketika, Agom harus ditempatkan sekamar dengan orang yang menjebaknya. Meskipun begitu, Agom tetap menahan diri. Tak mungkin baginya main pukul saja oknum tersebut. Ia hanya bisa berdoa dan berdoa.
“Ya Allah sampai hati orang ini sama awak. Inshaallah ada hikmahnya itu mudah-mudahan,” doanya dalam hati.
Agom sudah menjalani masa hukumannya sudah hampir 3 tahun sejak 2018 ditahan oleh BNN. Meski masa hukumannya masih lama, Agom mengaku setidaknya ia dapat bertemu dengan keluarganya.
Tukang becak ini mengaku sudah ikhlas dengan apa yang menimpanya. Terlebih ketika keluarganya mengerti dengan kondisinya saat ini. Meskipun begitu, rasa sedih dan kesal tentu kadang muncul melihat bagaimana jalan hidupnya harus berakhir seperti ini.
(Timothy Putra Noya)
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.