Jelang Larangan Mudik, Terminal Leuwipanjang Terpantau Sepi

Ervand David, iNews · Jum'at 16 April 2021 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 525 2395843 jelang-larangan-mudik-terminal-leuwipanjang-terpantau-sepi-sSHIMoNprC.jpg Foto: MNC Media

BANDUNG - Menjelang diberlakukannya larangan mudik Lebaran mulai 6 hingga 17 Mei 2021, penumpang di Terminal Leuwipanjang, cenderung sepi. Belum ada indikasi masyarakat mudik lebih awal.

(Baca juga: Sepenggal Kisah Prajurit Kopassus Bertaruh Nyawa di Sarang GAM)

Pantauan MNC Media, Jumat (16/4/2021) di terminal yang melayani penumpang antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) ke wilayah barat itu, terlihat sepi.

Bus-bus berjejer rapi di jalur trayek masing-masing tampak kosong tanpa penumpang. Hanya beberapa penumpang terlihat memasuki bus yang akan mengantarkan mereka ke kota tujuan, seperti Sukabumi dan Bogor.

(Baca juga: Tersandung Kasus Penodaan Agama, Ahok Terganjal Masuk Kabinet Indonesia Maju)

Sedangkan bus-bus yang datang dari arah Jakarta, Bogor, dan Depok pun tak membawa penumpang dalam jumlah banyak. Selain karena belum terjadi arus mudik, juga pengelola bus membatasi jumlah penumpang 50 persen dari kapasitas.

Salah satu penumpang bus, Mulyana mengatakan dirinya memahami maksud dan tujuan pemerintah melarang masyarakat mudik, yaitu untuk mencegah meningkatnya penyebaran Covid-19. "Saya pulang ke Sukabumi, habis berobat di RS Hasan Sadikin," kata Mulyana.

Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat mengatakan, terminal ini bukan untuk melayani mudik. Namun menerima kedatangan pemudik dari wilayah barat.

Berdasarkan catatan, volume penumpang baik yang datang maupun berangkat di Terminal Leuwipanjang sekitar 1.500 orang setiap hari. Volume itu menurun 30 persen dibanding tahun lalu di momen sama.

"Dibanding tahun sebelumnya, terjadi penurunan volume penumpang hingga 30 persen. Itu terjadi setelah ada larangan mudik oleh pemerintah," kata Asep, Jumat (16/4/2021).

Asep berharap masyarakat tidak nekat untuk melakukan perjalanan mudik. Larangan itu bertujuan menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Bandung dan daerah di sekitarnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini