Boeing Hadapi Tuntutan Hukum soal Kecelakaan Sriwijaya Air

Agregasi VOA, · Sabtu 17 April 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 18 2396352 boeing-hadapi-tuntutan-hukum-soal-kecelaakaan-sriwijaya-air-RXzUiSkWqT.jpg Foto: Okezone

PESAWAT Sriwijaya Air nomor penerbangan SJY182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di Kepulauan Seribu, pada Sabtu 9 Januari 2021. Adapun pesawat tujuan Jakarta-Pontianak itu hilang kontak pada pukul 14.40 WIB dan menewaskan 62 orang.

(Baca juga: Hikayat Pasukan Komando Baret Merah yang Dibentuk Eks Sopir Ratu Wilhelmina)

Pesawat itu menukik ke laut dekat rangkaian Pulau Seribu ketika hujan deras tak lama setelah lepas landas dari Jakarta.

Ada babak baru dalam peristwa kecelakaan pesawat tersebut, dimana perusahaan raksasa Boeing menghadapi tuntutan hukum di Seattle terkait dugaan tidak berfungsinya sistem autothrottle pada pesawat tua Sriwijaya Air.

Associated Press mengutip The Seattle Times melaporkan bahwa gugatan tersebut diajukan pada Kamis (15/4) di Pengadilan Tinggi King County atas nama 16 keluarga korban kecelakaan. Dalam gugatan tersebut disebutkan insiden pada Boeing 737 sebelumnya yang melibatkan kegagalan fungsi sistem autothrottle seharusnya mendorong Boeing mendesain ulang sistem tersebut. Autothrottle adalah sistem pengaturan daya yang digunakan pilot dalam mengemudikan pesawat.

(Baca juga: Harga Tinggi yang Dibayar AS Atas 20 Tahun Invasi ke Afghanistan)

Boeing dalam sebuah pernyataan menyampaikan simpati kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari orang-orang yang meninggal dalam kecelakaan 9 Januari itu, tetapi menambahkan bahwa "tidak pantas untuk berkomentar sementara para ahli teknis kami terus membantu penyelidikan, atau pada proses pengadilan yang tertunda."

Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737 yang jatuh tersebut tidak digunakan selama sembilan bulan pada tahun lalu karena pandemi Covid-19 telah memangkas perjalanan lewat udara. Kementerian Perhubungan telah menerbitkan sertifikat kelaikan udara baru untuk pesawat tersebut pada bulan Desember yang memungkinkannya terbang lagi.

Berdasarkan laporan awal kecelakaan Penerbangan SJ182 oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), catatan pemeliharaan menunjukkan bahwa pilot berulang kali melaporkan masalah pada autothrottle pada hari-hari sebelum terjadinya penerbangan fatal itu. Para teknisi juga telah mencoba memperbaiki masalah dengan membersihkan sakelar dan konektor. (Fmi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini