Bebas dari Hukuman Mati, Pengadilan Singapura Jatuhkan Hukuman Seumur Hidup ke PMI Daryati

Antara, · Jum'at 23 April 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 18 2399639 bebas-dari-hukuman-mati-pengadilan-singapura-jatuhkan-hukuman-seumur-hidup-ke-pmi-daryati-MukkBPGKM2.jpg Ilustrasi hukuman penjara (Foto: Los Angeles Times)

SINGAPURA - Pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung, Daryati, atas tuduhan membunuh majikan perempuan yang dilakukannya pada 2016.

"Negara telah mengupayakan semua daya sesuai dengan prinsip pelindungan dan ketentuan perundang-undangan untuk bisa meringankan hukuman Daryati," ungkap keterangan pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Jumat (23/4).

Daryati nekat membunuh majikan dan melukai suami majikan dengan alasan keadaan keluarga dan keinginan untuk segera pulang. Korban meninggal dunia dengan 98 luka tusukan.

Kasus Daryati sendiri berlangsung selama hampir lima tahun. Pada awalnya, Daryati didakwa dengan ancaman tunggal hukuman mati karena ditemukan bukti pembunuhan berencana.

(Baca juga: Thailand Catat 2.070 Kasus Covid-19, Rekor Tertinggi Sejak Pandemi)

KBRI Singapura dibantu oleh Pengacara Mohamed Muzammil mengupayakan keringanan hukuman terhadap Daryati.

Dijelaskan dalam keterangan pers, Daryati pernah mengalami kekerasan di masa lalu yang mengakibatkan trauma mendalam dan memengaruhi kondisi kejiwaan-nya yang didukung oleh laporan pemeriksaan ulang dari psikiatris yang ditunjuk oleh KBRI.

Pada 2020, Jaksa mengubah tuntutan menjadi ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

KBRI mendampingi proses hukum yang dijalani Daryati termasuk pemberian bantuan hukum oleh Pengacara sejak PMI itu pertama kali didakwa pada 2016.

KBRI Singapura memberikan apresiasi kepada Pengacara Muzammil atas pembelaannya sehingga Daryati terbebas dari hukuman mati.

(Baca juga: Sadis, Wanita Ini Bunuh dan Potong Tubuh Korban, Dimasukkan ke Koper, Dibuang ke Hutan)

Sama seperti Indonesia, Singapura masih menerapkan hukuman mati. Terdapat 32 jenis kejahatan yang pelaku-nya dapat dihukum mati, termasuk pembunuhan, narkoba, terorisme, serta kepemilikan senjata api dan bahan peledak.

Tidak hanya pada warga negara Singapura, hukuman mati juga pernah dijatuhkan kepada warga negara asing lain di Singapura.

KBRI mengimbau warga negara Indonesia di Singapura untuk berkonsultasi dengan KBRI atau organisasi lainnya apabila mengalami permasalahan dalam bekerja.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini