Pukul Sopir Taksi Gegara Istri Digoda, Habib Bahar Minta Maaf ke Korban

Antara, · Rabu 28 April 2021 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 525 2402021 pukul-sopir-taksi-gegara-istri-digoda-habib-bahar-minta-maaf-ke-korban-1QrmNuubci.jpg Habib Bahar bin Smith. (Foto: Antara)

BANDUNG - Terdakwa kasus penganiayaan sopir taksi daring (online), Habib Bahar bin Smith, menyampaikan permintaan maafnya kepada korban, Andriansyah (26) saat persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa 27 April 2021.

"Saya Bahar, minta maaf setulus-tulusnya atas kekhilafan saya ketika saya memukul saudara," ujarnya.

Ia mengaku baru bertemu kembali dengan Andriansyah sejak peristiwa penganiayaan itu. Adapun proses perdamaian dengan korban memang hanya dihadiri kuasa hukumnya. "Sebelum habib (Bahar) minta maaf, saya sudah memaafkan," kata Andriansyah.

Baca juga: Istri Habib Bahar Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan di Tol Cipali

Adapun peristiwa penganiayaan kepada Andriansyah terjadi pada 2018 silam. Saat itu Andriansyah diduga dianiaya karena mengantar jemput istrinya terlalu malam sebagai sopir taksi daring.

Dalam persidangan, Bahar membantah bahwa mengantar istrinya terlalu malam menjadi sebab penganiayaan. Bahar menjelaskan, ia melakukan penganiayaan itu karena istrinya mengaku kepadanya telah digoda Andriansyah.

"Jadi ketika istri saya turun dari mobil, mengaku kepada saya, bahwa dia digoda, akhirnya saya pukuli. Intinya itu sebab saya melakukan pemukulan," kata Smith.

Baca juga: Jaksa Hadirkan 5 Saksi, Habib Bahar Akui Pukuli Sopir Taksi Online

Namun Andriansyah tidak mengakui perbuatan tersebut. Andriansyah hanya mengaku bahwa mengantar istrinya itu untuk berbelanja dan membeli keperluan rumah. "Tidak ada (perkataan godaan)," kata Andriansyah.

Dalam persidangan itu maupun persidangan sebelumnya, Smith memang mengakui telah melakukan pemukulan kepada Andriansyah.

Namun meski telah menempuh perdamaian, Ketua Majelis Hakim, Surachmat, mengatakan, hal itu tidak menggugurkan suatu perkara pidana.

"Inilah artinya, sebetulnya secara hukum tidak menyebabkan gugurnya perkara pidana," kata Hakim.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini