Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Super Spreader Covid-19 dari Klaster Bukber & Tarawih

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 30 April 2021 |16:56 WIB
Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai <i>Super Spreader</i> Covid-19 dari Klaster Bukber & Tarawih
Ilustrasi (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat waspada terjadinya super spreader atau penularan Covid-19 dengan cepat dalam waktu singkat dari berbagai klaster mulai dari buka bersama hingga sholat Tarawih.

“Kita sudah mengetahui beberapa minggu ini munculnya berbagai klaster yang kita lihat mulai dari adanya klaster perkantoran, kelas buka bersama, kemudian klaster tarawih di Banyumas, klaster mudik di Pati, dan klaster takziah di Semarang. Dan tentunya ini sangat mengkhawatirkan kita karena kemungkinan terjadinya super spreader terjadi pada klaster ini,” ungkap Nadia dalam Konferensi Pers Indikasi Lonjakan Kasus Covid-19, Jumat (30/4/2021).

Nadia mengatakan, super spreader ini bisa terjadi dalam waktu yang singkat dikarenakan interaksi yang kemudian tidak dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat yang menyebabkan munculnya kasus yang positif di berbagai klaster ini.

Baca juga: Menkes Budi Bersyukur Punya Istri yang Ngingetin Nuzulul Quran

“Terutama kita ketahui bahwa terdapat tiga faktor utama yang diduga terkait dengan adanya klaster ini. Yang pertama adalah tentunya kelalaian kita dalam melaksanakan protokol kesehatan, terutama saat melaksanakan ibadah tarawih berjamaah,” kata Nadia.

Baca juga: Kini Ada Home Care dan Delivery Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Nadia pun mencontohkan apa yang terjadi Banyumas yang terjadi klaster tarawih yang menyebabkan 51 orang positif Covid-19. “Ini tadi kami sudah sampaikan bahwa ada klaster di Banyumas yang tentunya informasi ini kami dapatkan bahwa di Banyumas tersebut terdapat 51 orang yang positif Covid-19 setelah pelaksanaan shalat Tarawih.”

“Dan 51 orang ini shalat Tarawih di dalam 2 masjid yang berbeda dan terpapar Covid-19 setelah ada satu jamaah yang memang sudah kemudian positif Covid-19 nya, jamaah tersebut walaupun sudah sakit tetap berangkat tarawih,” katanya.

Tentunya hal seperti ini, tegas Nadia, harus menjadi perhatian. “Bahwa kita sudah tahu bahwa ini demi keselamatan kita bersama. Pemerintah sudah memberikan sedikit relaksasi untuk kita melakukan ibadah kita, tapi harus melakukan protokol kesehatannya ketat.”

“Dan kita juga harus tahu kalau kita dalam kondisi kesehatan yang kurang baik tentunya tidak atau menunda sampai kemudian kita sehat untuk kemudian berangkat tarawih ataupun melakukan aktivitas bersama jamaah lainnya,” papar Nadia.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement