JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa saat ini travel banned atau embargo vaksin AstraZeneca produksi dari India telah dicabut. Sebelumnya, pengiriman vaksin Covid-19 ke Indonesia terkendala akibat embargo.
“Nah terkait tentang travel banned terkait vaksinasi, memang berdasarkan lobi yang dilakukan Pak Menteri Kesehatan bersama Ibu Menlu, dan juga secara langsung berkomunikasi dengan Dirjen WHO, sampai saat ini tentunya sudah kembali ya dirilis travel banned yang terkait vaksin ini,” ungkap Nadia dalam Konferensi Pers Indikasi Lonjakan Kasus Covid-19, Jumat (30/4/2021).
Bahkan, kata Nadia, Indonesia baru saja menerima vaksin Covid-19 baik dari Sinovac, Sinopharm, juga dari AstraZeneca. “Nah saat ini tadi siang baru saja ya kita menerima Sinovac, Sinopharm, dan sebelumnya kita juga sedang menerima AstraZeneca ya,” katanya.
Nadia pun mengatakan pada bulan Mei 2021, akan kedatangan lagi vaksin AstraZeneca sebanyak 3,8 juta dosis. “Dan kita harapkan di bulan Mei itu kita akan menerima kurang lebih 3,8 juta vaksin AstraZeneca kembali. Dan tentunya ini juga merupakan salah satu upaya kita dalam melakukan pemenuhan vaksin kita," ucap dia.
Baca juga: Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Super Spreader Covid-19 dari Klaster Bukber & Tarawih
Ia menambahkan, pemerintah telah mengantisipasi jika adanya embargo lagi dari India terkait vaksin AstraZeneca lantaran produsen vaksin tersebut berasal dari sejumlah negara di Eropa dan Korea Selatan.
“Jadi potensi untuk kita tetap mendapatkan vaksin tersebut masih akan diupayakan semaksimal mungkin,” tegas Nadia.
Baca juga: Menkes Budi Bersyukur Punya Istri yang Ngingetin Nuzulul Quran
Selain itu, Nadia memastikan bahwa kedatangan vaksin seperti Novavax, AstraZeneca yang dibeli langsung di pabrik, dan Pfizer sesuai jadwal yang telah direncanakan. Selain itu, pemrintah akan memastikan pesanan Vaksin Covid-19 itu sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Sehingga, pengiriman vaksin virus corona tidak terpengaruh dengan kondisi peningkatan kasus yang terjadi di berbagai negara. Bahkan, kata Nadia, pemerintah juga akan menambah pembelian vaksin dari Sinovac.
“Selain itu juga Indonesia sedang mengupayakan tambahan vaksin Sinovac sendiri untuk bisa menambah dari jumlah pasien yang tadinya sudah kita pesan sebanyak 140 juta dosis dan kemungkinan kita sedang menegosiasikan untuk menambah jumlah vaksin tersebut,” tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.