Polrestabes Palembang Gerebek Gudang Ikan, Temukan 8,3 Ton Daging Giling Berformalin

Era Neizma Wedya, iNews · Sabtu 01 Mei 2021 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 610 2403819 polrestabes-palembang-gerebek-gudang-ikan-temukan-8-3-ton-daging-giling-berformalin-gyvn83UXOk.JPG

PALEMBANG - Ikan giling berformalin sebanyak 8,3 ton berhasil diamankan Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang, dari hasil pengerbekan gudang penyimpanan daging ikan giling berformalin tersebut di Pasar Ikan Induk Jakabaring.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra didampingi Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan bahwa pengerbekan besar ini di-back up juga oleh BPOM Sumsel dan Balai Karantina Ikan Klas 1 SMB II Palembang.

“Alhamdulillah, setelah melakukan penyelidikan selama tiga hari kita berhasil mengungkapnya, dan ikan giling berformalin ini akan diedarkan atau dijual sebelum Lebaran Idul Fitri nanti,” katanya.

Dijelaskan Irvan, pengungkapan kasus ini setelah tim gabungan menggelar operasi di Pasar Induk Jakabring, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring belum lama ini.

“Dari hasil sidak itu didapat 1 kilogram daging giling merek ISTI mengandung bahan kimia berhaya berupa formalin atau bahan pengawet mayat,” jelas Irvan.

Dalam pengerbekan itu juga tim berhasil mengamankan terduga tersangka yaitu inisial Z, yang merupakan agen ikan giling merk ISTI, dan seorang terduga tersangka dari CV CI selaku pemilik ikan giling merk ISTI. Serta barang bukti 8 ton ikan giling yang berformalin

milik CV CI, dan 300 Kilogram milik tersangka Z, selaku agen daging giling di Pasar Induk Jakabaring,” jelasnya.

Oleh karena itu kedua tersangka akan diancam dengan Pasal 8 ayat 1 huruf a, g dan l Undang-Undang No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 136 dan atau Pasal 141 UU No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. “Ancamannya pidana penjara paling lama 5 tahun,” tegasnya.

Sementara itu Tedi selaku pihak BPOM juga menjelaskan bahwa ikan giling berformalin itu merupakan jenis ikan kakap.

“Diketahui formalin itu berdampak jangka panjang terhadap manusia, karena formalin merupakan bahan kimia pengawet mayat,” pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini