Tangkap Basah Pungli THR, Gibran Kembalikan Uang pada Pemilik Toko

Bramantyo, Okezone · Minggu 02 Mei 2021 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 512 2404263 tangkap-basah-pungli-thr-gibran-kembalikan-uang-pada-pemilik-toko-KnpLEy439y.jpg Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka kembalikan uang pungli ke pemilik toko (Foto: Bramantyo)

SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengembalikan uang pada 145 pertokoan yang ada di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Uang yang dikembalikan Gibran itu merupakan hasil pungutan liar yang diduga dilakukan oleh Linmas atas perintah Lurah Gajahan.

Besaran pungutan liar yang dikembalikan oleh Gibran pada sejumlah toko cukup bervariasi. Ada yang Rp50 ribu dan ada pula Rp100 ribu.

Sikap Gibran mengembalikan uang pada pemilik toko yang ada di wilayah Gajahan ini, sebagai bentuk respon dirinya menyusul munculnya keluhan dari sejumlah warga tentang adanya praktik pungutan zakat oleh Linmas dengan membawa surat bertanda tangan Lurah Gajahan.

"Saya ucapkan terima kasih pada warga gajahan yang sudah melaporkan kejadian ini. Praktik ini harus segera disudahi. Karena yang berhak menarik zakat, infaq dan shodaqoh itu Baznas," papar Gibran pada pemilik toko, Minggu (2/5/2021).

Baca Juga:  Diduga Terima Pungli, Wali Kota Bobby Nasution Copot Lurah dan Sejumlah Pejabat

Gibran pun berulang kali berpesan pada pemilik toko, saat mengembalikan uang pungli, untuk tidak memberikan sumbangan apapun pada siapapun.

Karena, ungkap Gibran, sudah ada badan atau lembaga yang paling berwenang untuk menarik zakat, infaq dan shodaqoh yang ditunjuk oleh negara. Menyusul terungkapnya kasus pungli yang diduga dilakukan oleh Lurah Gajahan, Senin 3 Mei 2021, secara resmi Gibran memberhentikan jabatan Lurah Gajahan.

Dan untuk proses selanjutnya, Gibran menyerahkannya pada Badan Kepegawaian Daerah (BKS) untuk dilakukan pemeriksaan dan penjatuhan sanksi sesuai dengan PP 53.

"Mereka rutin meminta sumbangan kepada toko-toko dan mereka terbiasa memberinya. Nilainya juga sukarela mulai dari 50 ribu-100 ribu.Sekali lagi ya, kita harus membiasakan diri untuk sesuatu yang benar. Jangan membenarkan sesuatu yang sudah biasa. Gitu lo. Tradisi pungli kok dibiarkan. Ini gak bisa harus dipotong. Gak boleh seperti itu," tegas Gibran.

Menyusul terungkapnya kasus dugaan pungli di kelurahan Gajahan, Gibran akan mengecek di kelurahan lain. Tak menutup kemungkinan, ungkap Gibran, dugaan pungli serupa juga terjadi di kelurahan lain.

"Saya akan cek di kelurahan lain. apakah ada tindakan serupa ini juga terjadi. Ini saya mau cek lagi. Biasanya sudah ada satu ini, maka keluarahan lain akan bersuara," ungkapnya.

Baca Juga:  Viral! Video Petugas Kabel Fiber Dipalak Preman, Polisi Turun Tangan

Tak hanya pada Lurah, peringatan keras itupun diberikan Gibran pada para Camat. Gibran secara tegas tak akan memberi ampun pada Lurah maupun Camat yang berani melakukan pungli.

"Apapun alasannya, pungli untuk memberikan THR tidak boleh. Di suratnya tercantum zakat sodaqoh Fitroh. Yang boleh cuma BAZNAS. Itu sudah menyalahi aturan. Lurah ikut tanda tangan itu makin salah. Jadi harus dicopot. Untuk proses selanjutnya saya serahkan pada inspektorat dan dinas terkait. Ini pun berlaku untuk para Camat," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini