Gibran Pecat Lurah Gajahan Terkait Pungli Zakat

Bramantyo (Okezone), Okezone · Senin 03 Mei 2021 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 512 2404553 gibran-pecat-lurah-gajahan-terkait-pungli-zakat-QH8p539P6T.jpg Gibran Rakabuming Raka (Dok Okezone)

SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengambil tindakan tegas dengan mencopot Lurah Gajahan terkait pungutan liar (pungli) zakat. Lurah S tersebut diduga terlibat pungli bersama dengan petugas Linmas.

"Hari Senin (lurah) dibebastugaskan. Pokoknya nanti habis ini semuanya akan diproses Inspektorat dan dinas terkait," kata Gibran, Minggu (2/5/2021).

Menyusul terungkapnya kasus pungli yang diduga dilakukan oleh Lurah Gajahan, Senin 3 Mei 2021, secara resmi Gibran memberhentikan jabatan Lurah Gajahan.

Untuk proses selanjutnya, Gibran menyerahkannya pada Badan Kepegawaian Daerah (BKS) untuk dilakukan pemeriksaan dan penjatuhan sanksi sesuai dengan PP 53.

Menyusul terungkapnya kasus dugaan pungli di kelurahan Gajahan, Gibran akan mengecek di kelurahan lain. Tak menutup kemungkinan, ungkap Gibran, dugaan pungli serupa juga terjadi di kelurahan lain.

"Saya akan cek di kelurahan lain. apakah ada tindakan serupa ini juga terjadi. Ini saya mau cek lagi. Biasanya sudah ada satu ini, maka keluarahan lain akan bersuara," ungkapnya.

Baca Juga : Tangkap Basah Pungli THR, Gibran Kembalikan Uang pada Pemilik Toko

Tak hanya pada Lurah, peringatan keras itupun diberikan Gibran pada para Camat. Gibran secara tegas tak akan memberi ampun pada Lurah maupun Camat yang berani melakukan pungli.

"

Apapun alasannya, pungli untuk memberikan THR tidak boleh. Di suratnya tercantum zakat sodaqoh Fitroh. Yang boleh cuma BAZNAS. Itu sudah menyalahi aturan. Lurah ikut tanda tangan itu makin salah. Jadi harus dicopot. Untuk proses selanjutnya saya serahkan pada inspektorat dan dinas terkait. Ini pun berlaku untuk para Camat," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, lurah Gajahan meminta uang sebagai pungutan zakat kepada pertokoan di kawasan itu, dengan besaran bervariasi mulai dari Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Gibran pun mengembalikan uang yang dimintai dari 145 toko di kawasan Gajahan.

Baca Juga : Gibran: Sholat Idul Fitri Jangan di Lapangan Terbuka

"Saya ucapkan terima kasih pada warga gajahan yang sudah melaporkan kejadian ini. Praktik ini harus segera disudahi. Karena yang berhak menarik zakat, infaq dan shodaqoh itu Baznas," papar Gibran pada pemilik toko, Minggu (2/5/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini