Sebelum Ditangkap, Nani Pengirim Takjil Beracun Unggah Foto Kue Ulang Tahun di WA Story

Agregasi Harian Jogja, · Selasa 04 Mei 2021 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 340 2405516 sebelum-ditangkap-nani-pengirim-takjil-beracun-unggah-foto-kue-ulang-tahun-di-wa-story-BdBGcO5A8f.jpg Nani Aprilliani Nurjaman, pelaku pemberi sate beracun ditangkap polisi.(Foto:Dok Okezone)

BANTUL - Eni Wulandari (50) tetangga Nani Aprilliani Nurjaman (25) pelaku pengirim takjil beracun di Bantul, Yogyakarta, mengatakan tetangganya itu sempat mengunggah foto kue ulang tahun di WA (WhatsApp) Story. Eni dan Nani bertengga ddi Jalan Potorono, Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Saat Nani ditangkap polisi di rumahnya pada Jumat (30/4/2021) lalu, perempuan asal Majalengka, Jawa Barat tersebut, sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-25 tahun.

Baca Juga: Terungkap, Nani Aprilliani Pelaku Sate Bersianida Ternyata Istri Sirri Tomi

Nani ditangkap pada pukul 23.00 WIB. Saat itu, ada mobil yang berhenti di depan rumah Nani. Awalnya, Eni mengira mobil tersebut adalah debt collector yang mau menagih utang. “Ternyata polisi," kata Eni, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Kasus Takjil Beracun, Polisi Buru Pria yang Sarankan Nani Beri Sate Sianida ke Tomi

Eni tidak mengetahui Nani bekerja di salon. Sepengetahuannya, Nani bekerja di toko kosmetik dan biasa pulang malam. Selain itu, Nani juga sering ke luar kota. Terkadang, Eni juga mendapatkan oleh-oleh dari Nani seusai pergi ke luar kota. "Beberapa waktu lalu saya dikasih bika ambon sama dia," ucap Eni.

Menurut Eni, Nani adalah sosok perempuan yang baik. Namun, karena kesibukannya, Nani jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Sebelumnya, Nani Aprilliani Nurjaman (25) ditangkap polisi karena meracik dan mengirim takjil sianida yang menewaskan seorang bocah anak driver ojek online (ojol) di Bantul. Paket sate beracun itu sebenarnya dikirim Nani untuk Tomi, yang ternyata suami sirrinya. Nani menitipkan takjil sianida itu lewat driver ojol, Bandiman (47) tanpa melalui aplikasi.

Namun, orang yang berada di rumah Tomi saat itu menolak menerima paket makanan tersebut, karena merasa tak mengenali pengirimnya. Makanan itu kemudian diberikan ke Bandiman. Bandiman yang tak curiga membawa pulang sate beracun, dan disantap bersama keluarganya di rumah.

Tak berapa lama, istri dan anak keduanya mengalami gejala keracunan. Setelah dilarikan ke rumah sakit, nyawa anak Bandiman yang bernama Naba Faiz Prasetya (10) tak tertolong.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini