Mengenal Masjid "Kayu" di Langkat, Dibangun Wali Allah pada 1885

Muhammad Hijrah Lubis, iNews · Selasa 04 Mei 2021 22:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 608 2405687 mengenal-masjid-kayu-di-langkat-dibangun-wali-allah-pada-1885-7GHWMyFVli.jpg Masjid bersejarah di Langkat, dibangun pada 1885. (Foto : iNews/Muhammad Hijrah Lubis)

LANGKAT – Jejak sejarah perkembangan Islam di bumi Langkat di antaranya adanya bangunan masjid kayu dirikan pada 1885. Masjid itu didirikan salah seorang wali allah yakni Syekh Abdul Wahab Rokan Al Holidi Naksabandiah.

Masjid tertua ini terletak di Desa Besilam Babusalam Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Masjid itu masih mempertahankan bangunan kayu.

Masjid ini masih dipergunakan warga Besilam untuk menunaikan sholat berjamaah lima waktu ini. Di dalam ruangan dalam masjid terlihat puluhan tiang besar menjulang tinggi dari dasar hingga bubungan. Antara lainya mimbar kayu yang sangat sederhana masih berdiri kokoh sampai saat ini.

Masjid ini masih menggunakan beduk kayu setiap waktu sholat, digunakan sebagai pengingat waktu. Masjid sebagai saksi bisu penyebaran agama Islam dan penyebaran jemaah terbesar di dunia toriqat naksabandiah di desa ini.

Masjid ini awalnya dibangun oleh salah satu ulama besar atau wali allah yakni Syekh Abdul Wahab Rokan Al Holidi Naksabandi. Masjid ini dibangun setelah Sultan Langkat Pertama, Sultan Musa, memberikan lahan tanah untuk perkampungan Besilam.

Pada saat itulah Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan membangun masjid pada 1885 dengan memanfaatkan kayu di hutan babusalam. Ia membangun masjid itu bersama jamaahnya tariqat naksabandiah.

Salah seorang tokoh masyarakat Hariri Syahrial menyebutkan, awal masjid ini dibamgun setelah Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan diberikan sebidang tanah untuk perkampungan. “Sultan Musa, katanya pilihlah Tuan ke hulu sungai mana yang Tuan selera, ambil. Itu tanah saya, nanti saya wakafkan,” katanya, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga : Masjid Pejlagrahan Dulu Berada di Tepi Laut, Kini di dalam Gang Permukiman Penduduk

Di situlah pembangunan masjid dimulai dengan memanfaatkan kayu di sekitar hutan Babusalaam yang besar besar dan disiapkan pada 1885.

Baca Juga : Melihat Masjid Tertua di Bojonegoro Berusia 3 Abad Peninggalan Kerajaan Mataram

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini